Connect with us

Pendidikan

Polinema Beri Edukasi Pembuatan Hand Sanitizer dan Disinfektan

Diterbitkan

||

Pembuatan hand sanitizer dan disinfektan.
Pembuatan hand sanitizer dan disinfektan.

Memontum Kota Malang – Langkah positif dilakukan Politeknik Negeri Malang (Polinema), dalam rangka membantu pemerintah melakukan pencegahan penularan virus Covid-19. Bertempat di Kantor Kelurahan Bandulan, melaksanakan kegiatan edukasi berupa pembuatan hand sanitizer dan disinfektan, kemarin (22/10).

Bertema ‘Jaga diri dan keluarga anda dari Virus Corona’, pelaksanaan pelatihan diikuti setidaknya sekitar 40 peserta, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Mereka yang dilibatkan, adalah dari perwakilan RW, Karang Taruna (Katar), Babinsa, Babinkamtibmas dan warga Kelurahan Bandulan.

Sebagai nara sumber dalam pelatihan itu, yakni Rosita Dwi C., S.Si, M.Si dari Dosen Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Malang, dan Dedy Marquis sebagai Facilitative Trainer.

Dalam kegiatan itu, turut hadir Kepala Seksi (Kasi) Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Bandulan, Indhira Dwi Nanda dan Ketua Jurusan Teknik Kimia, Dr. Ir. Eko Naryono, MT., dosen dan mahasiswa Jurusan Teknik Kimia Polinema.

Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Bandulan, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pemberdayaan untuk masyarakat yang tepat guna di masa pandemi.

“Pelatihan pembuatan hand sanitizer dan disinfektan ini, sangat bermanfaat terutama untuk meningkatkan kewaspadaan warga terhadap virus Covid-19. Itulah mengapa, dipandang perlu dilakukan pelatihan pembuatan,” kata Indhira Dwi Nanda.

Ketua Jurusan Teknik Kimia, menjelaskan bahwa dengan adanya kegiatan ini, menunjukkan bahwa Satgas Covid-19 Polinema, berdampak tidak hanya di lingkungan kampus. Namun, juga memberikan peran positif terhadap masyarakat secara umum.

“Mahasiswa juga dilibatkan dalam pelaksanaan edukasi ini. Tujuannya, agar dapat mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh di kampus. Bahkan, Jurusan Teknik Kimia, juga telah melaksanakan pelatihan serupa di Desa Bedali, Kecamatan Lawang,” kata Eko Naryono.

Sementara itu, Rosita Dwi C., S.Si, M.Si., dalam presentasinya, memberikan informasi tentang virus dan penjelasan terkait bahan dan cara pembuatan hand sanitizer dan disinfektan. “Bahan pembuatan hand sanitizer dan disinfektan, diantaranya seperti kaporit dan alkohol, yang aman digunakan karena mengikuti anjuran WHO. Bahan-bahan ini mudah diperoleh di toko kimia,” ungkapnya.

Melalui pelatihan ini, diharapkan masyarakat dapat memahami cara pembuatan hand sanitizer dan disinfektan. Serta, bisa lebih memperhatikan kebersihan sebagai bentuk pencegahan penularan virus Covid-19 di lingkungan rumah dan sekitar. (hms/sit)