Connect with us

SEKITAR KITA

Lapas Jombang Fasilitasi Warga Binaan Bercocok Tanam

Diterbitkan

||

Kalapas Kelas II B Kabupaten Jombang, Mahendra Sulaksana.
Kalapas Kelas II B Kabupaten Jombang, Mahendra Sulaksana.

Memontum Jombang – Beragam cara dilakukan dalam memberikan pelatihan kepada warga binaan di lembaga pemasyarakatan (Lapas). Seperti Lapas Kelas II B Kabupaten Jombang, juga memberikan pelatihan cara bercocok tanam yang baik.

Langkah itu diberikan, guna sebagai modal warga binaan, tatkala kembali kepada keluarga atau bermasyarakat. Sehingga, warga binaan memiliki modal ketrampilan untuk diterus.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas II B Kabupaten Jombang, Mahendra Sulaksana, mengatakan bahwa selain ketrampilan bercocok tanam, Lapas juga senantiasa mengajak warganya untuk hidup sehat. Caranya, dengan rajin olah raga setiap hari.

“Untuk olah raga, kami setiap hari selalu mengajak semua warga untuk terlibat. Sehingga, kondisi kesehatan warga binaan senantiasa sehat dan bugar,” kata Mahendra.

Ditambahkan, selain beberapa kegiatan itu, juga ada ketrampilan cara pembuatan kue atau jajanan. “Jajanan atau kue ini bisa menjadi bekal dan ketrampilan bagi warga binaan. Ada pun kue yang di olah adalah seperti kue terang bulan, martabak, lemper hingga kue basah lainnya. Jadi, tidak monoton pada satu kue,” imbuhnya, Sabtu (24/10) tadi.

Dengan diberikan ketrampilan-ketrampilan tersebut, Mahendra berharap, usaha pembinaan dan bekal awal selama di Lapas, bisa dikembangkan oleh masing-masing warga binaan. Sehingga, warga binaan tidak tidak canggung tatkala kembali ke masyarakat.

“Kelak saat warga binaan selesai menjalani masa pidananya, bisa membuka usaha sebagai wirausaha produktif dan bisa membuka lapangan pekerjaan baru untuk masyarakat disekitar. Serta, mengisi kehidupan yang lebih baik dan tidak akan melakukan pelanggaran hukum lagi” ungkapnya.

Selama masa Pandemi Covid 19, warga binaan lapas kelas IIB Jombang, berjumlah sekitar 754 orang. Selama pandemi berlangsung, warga binaan difasilitasi bertemu keluarga dengan melalui sistem daring.

“Untuk melepas kangen, warga binaan diberikan fasilitas dengan video call, kepada keluarga. Selama melakukan video call, warga binaan didampingi oleh petugas Lapas,” papar Mahendra. (azl/sit)

 

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *