Connect with us

SEKITAR KITA

Warga Polowijen Gelar Festival Dolanan

Diterbitkan

||

Dalam Festifal Dolanan anak-anak diperkenalkan dengan beragam permainan tradisional.
Dalam Festifal Dolanan anak-anak diperkenalkan dengan beragam permainan tradisional.

Memontum Kota Malang – Bertempat di Gang Sumur Windu di Jalan Polowijen, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, warga setempat menggelar festival dolanan, Kamis (29/10) tadi. Kegiatan yang dimaksudkan untuk memperkenalkan kembali permainan tradisional itu, diharapkan tidak pernah lekang termakan waktu.

Ketua Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Forkom Pokdarwis) KotaMalang, Isa Wahyudi, mengatakan bahwa dengan mengangkat tema dolanan, maka akan mengangkat kembali nilai-nilai kebudayaan di tengah masyarakat. Khususnya, bagi generasi muda dan anak-anak.

“Dolanan merupakan salah satu objek pemacu kemajuan kebudayaan. Sehingga, dengan tetap mengenalkan dolanan tradisional, maka akan turut membantu dalam melestarikan permainan kepada generasi muda,” katanya.

Ditambahkan, dengan terus mengenalkan permainan tradisional, diharapkan anak-anak menjadi lupa dengan gadget (smartphone). Karena, banyak anak-anak sekarang yang lebih tertarik menggunakan handphone untuk bermain.

“Apalagi sekarang pandemi, semuanya menggunakan handphone. Mereka seharian pegang HP, sekarang kita ajak mereka istirahat. Kita kenalkan permainan-permainan tradisional,” imbuh Ki Demang, sapaan akrabnya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, selain untuk memperkenalkan dan melestarikan permainan, permainan dolanan sekaligus sebagai media pembelajaran bagi generasi muda. Baik itu pembelajaran nilai-nilai karakter, gotong royong hingga kebersamaan, yang terdapat dalam setiap permainan tradisional tersebut.

“Bisa untuk melatih kesabaran, kekompakan, kreativitas mereka juga pasti akan lebih berkembang dengan permainan tradisional seperti ini. Artinya, satu sama lain akan berinteraksi dan komunikasi,” pungkasnya.

Dalam festival itu, tersedia beragam permainan sudah disiapkan. Mulai egrang, lompat tali, bakiak, srampangan, lempar kaleng dan lain-lain. Selain itu juga terdapat jajanan yang dijual dengan mengusung tema kuno (tradisional). (mg1/sit)

 

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *