Connect with us

Pendidikan

SLB Autisme Mulai Gelar Sekolah Tatap Muka

Diterbitkan

||

Setelah mendapatkan izin dari Dikbud Kota Malang, Sekolah Luar Biasa (SLB) Autisme River Kids segera gelar pembelajaran tatap muka.
Sekolah Luar Biasa (SLB) Autisme River Kids yang berlokasi di Kecamatan Lowokwaru.

Memontum Kota Malang – Sekolah Luar Biasa (SLB) Autisme River Kids, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, telah melangsungkan sekolah tatap muka. Sebagaimana yang disampaikan oleh Kepala SLB River Kids, Sri Retno Yuliani, bahwa sekolah tatap muka sebelumnya telah dilakukan uji coba pada tanggal 18 Agustus. Kemudian, diteruskan hingga saat ini.

“Mengingat telah mendapat izin dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Malang, makanya kami langsungkan sekolah tatap muka,” katanya kepada Memontum.com.

Retno menambahkan, untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, pihak sekolah telah menerapkan prosedur protokol kesehatan. Bahkan, sampai sejauh ini tetap lancar dan tidak ada kendala.

“Justru murid-murid sekarang memiliki rutinitas baru. Seperti mencuci tangan hingga menjaga kebersihan,” jelasnya.

Dari total murid yang ada, ujar Retno, tidak semuanya mengikuti kegiatan belajar tatap muka. Sekitar 15 persen jumlah siswa, masih melakukan kegiatan pembelajaran secara daring.

“Yang tatap muka sekitar 85 persennya. Selebihnya, kami tidak bisa memaksa para orang tua untuk melakukan tatap muka,” imbuhnya.

Terkait jam belajar mengajar, Retno mengatakan, jumlah pertemuan disesuaikan dengan kebutuhan muridnya. Ada yang seminggu satu kali, seminggu dua kali atau ada yang tiga kali. “Kalau yang daring, kami minta untuk orangtuanya mendampingi. Jadi, saat belajar daring, harus didampingi atau ditemani orang tua siswa,” papar Retno. (mg1/sit)

Pendidikan

DP3AKB Jember Pasrah Sikapi Rencana KBM Tatap Muka

Diterbitkan

||

Kepala Sub Bagian (Kasubag) Umum DP3AKB Kabupaten Jember, Anto Budi.ng, Slamet Wijoko.
Kepala Sub Bagian (Kasubag) Umum DP3AKB Kabupaten Jember, Anto Budi.

Memontum Jember – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Jember, terkesan pasrah terhadap rencana Kemendikbud atas rencana kembali dibukanya kegiatan belajar mengajar (KMB) tatap muka pada awal 2021.

Kepala Sub Bagian (Kasubag) Umum DP3AKB Kabupaten Jember, Anto Budi, mengatakan akan mengikuti keputusan pemerintah melalui keputusan bersama (SKB) empat Menteri yakni Menteri Pendidikan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Termasuk, keputusan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19.

“Saya menyerahkan semua itu kepada Gugus Tugas dan pihak terkait. Bagaimana pengawasannya atas persediaan perlengkapan protokol kesehatan, seperti Handsanitisir, tempat cuci tangan dan aturan menjaga jarak,” katanya saat ditemui di kantornya, Selasa (1/12) tadi.

Anto mengingatkan, bahwa perlu melihat hasil kajian Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) itu sendiri. Sebab, kabar yang beredar, bahwa hal tersebut juga di tentukan oleh pemerintah daerah masing masing.

“Dispendik Jember sendiri kan juga sudah siap atas diberlakukan belajar tatap muka mulai awal tahun depan. Jadi, tinggal menunggu saja kajian dari Kemendikbud terkait pelaksanaannya nanti. Intinya, kita serahkan pada Gugus Tugas yang lebih berhak,” jelasnya.

Pembelajaran daring memang salah satu upaya mencegah penyebaran Covid-19, kepada peserta didik. Di sisi lain, juga dapat mengganggu mental anak-anak. “Memang, sistem belajar online bisa mengantisipasi kerumunan anak-anak. Di sisi lain, mental mereka juga terganggu,” terangnya. (bud/sit)

Lanjutkan Membaca

Pendidikan

SMPN 10 Raih Juara 1 Final Lomba Tari Kreasi Bolinggoan

Diterbitkan

||

Penyerahan Piala lomba tari kreasi Bolinggoan.
Penyerahan Piala lomba tari kreasi Bolinggoan.

Memontum Probolinggo – Delapan finalis unjuk kebolehan di hadapan dewan juri, dalam Malam Final Lomba Tari Kreasi Bolinggoan Tahun 2020 di Orin Hall beberapa waktu lalu.

Kasie Sejarah Tradisi yang sekaligus Kasie Kesenian pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo, Novie Bayu Wardhani yang ditemui di sela-sela acara mengatakan, giat yang awalnya diikuti 19 peserta itu sudah dimulai beberapa waktu sebelumnya.

“Diikuti 19 peserta dengan mengirimkan video durasi maksimal tujuh menit. Dan mereka yang hadir malam ini adalah delapan finalis yang sudah terjaring di sesi sebelumnya,” ujarnya.

Menggandeng 3 orang juri yang terdiri dari Dewan Kesenian Kota Probolinggo, Priyono, dan Pundjul Pitono serta Mohammad Haryanto dari Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya, lomba berlangsung seru dan menghibur.

Setelah berlangsung selama empat jam, akhirnya dewan juri mengumumkan nama-nama pemenang, yang berhak atas hadiah berupa trophy, piagam dan sejumlah uang pembinaan.

Juara harapan satu diraih oleh karya Susup – Bherlianna Emas Susilo; juara harapan dua Kipas Bayuangga – Sonia Ajeng A; juara harapan tiga, Larung Sesaji – Dinar kurnia K D; juara harapan empat diraih karya Sekar Arum – Ika Suryawuri dan juara harapan lima Minion Jaran Bodhag – Soviatun FZ.

Adapun untuk juara tiga, salah satu juri dari STKW yang akrab disapa Hary itu menambahkan, dimenangkan oleh karya Doro Getak, binaan Eksa Hertin Probowati, runner up diraih oleh Jebhing Majengan – Tabah Luh Penatas.

“Maka otomatis Pemenang Malam Final Lomba Tari Kreasi Bolinggoan Tahun 2020 persembahan Disdikbud Kota Probolinggo diberikan kepada selamat Yeyen Eulan R, dengan karya Jaran Bodhag Karepan,” tandas Hary diikuti sorak sorai riuh penonton, Senin (30/11/2020).

Pada kesempatan itu pula dipilih karya favorit pilihan panitia, yang diumumkan oleh Plt. Sekretaris Disdikbud Sardi, yakni karya Doro Getak dari Eka Hertin Probowati.

Sementara itu, Kepala SMPN 10, Aris Tantomas mengatakan, pihaknya bersyukur anak anak didik telah menunjukkan prestasi luar biasa.

“Ini tidak luput berkat doa juga dorongan semangat guru pembimbing bidang seni dan budaya.Selain itu siswa siswi SMN 10 juga meraih juara pertama dalam lomba pidato,” terangnya. (geo/mzm)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Terpopuler