Connect with us

Pemerintahan

Wali Kota Probolinggo Ingatkan Tim Gugus Covid

Diterbitkan

||

Antisipasi selama libur panjang

Memontum Probolinggo – Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin, mengingatkan Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19, untuk melakukan antisipasi-antisipasi selama pengamanan menghadapi libur panjang pada Oktober ini. Dirinya berharap, momen datang dan perginya wisatawan berlibur ke Kota Probolinggo, tidak sampai memunculkan klester baru.

“Selama libur panjang, saya berharap masyarakat untuk tetap mencegah penyebaran virus corona dengan cara tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan,” kata Habib Hadi-sapaan Wali Kota Probolinggo, saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan dan Pencegahan Konflik Sosial Kota Probolinggo di kantor Wali Kota Probolinggo Jalan Panglima Sudirman 19.

Diterangkannya, libur panjang Agustus lalu, menjadi bagian koreksi dalam pengamanan libur panjang bulan Oktober ini. Harapannya, untuk pengamanannya tentu jauh lebih baik dari sebelumnya. Apalagi, pandemi COVID-19 masih belum berakhir.

“Masyarakat harus tetap memiliki kesadaran untuk selalu mematuhi protokol kesehatan. Tetap memakai masker, menjaga jarak dan sering-sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir,” ujarnya.

Dari data Dinas Kesehatan setempat, selama rentang waktu 8 bulan masa pandemi virus corona, jumlah keseluruhan yang terkonfirmasi positif Covid 19 di Kota Probolinggo, sebanyak 588 orang. 541 orang atau 92,01 persen dinyatakan sembuh, enam orang masih dirawat atau persentase sekitar 1,02 persen dan 41 orang meninggal dunia.

Pada kesempatan tersebut, Habib Hadi juga mengapresiasi dan berterimakasih atas sinergitas yang terjalin antara Pemkot Probolinggo dan Forkopimda, terhadap kondusifitas Kota Probolinggo di tengah wabah pandemi. Melalui pelaksanaan operasi yustisi hingga giat doa bersama.

“Saya berterimakasih pada semua pihak, Kodim, Polresta, Satpol PP, Sub Denpom dan unsur lainnya yang tak mengenal lelah dalam menjaga agar Kota Probolinggo tetap kondusif. Dengan memakai prinsip ‘Ngombe jae sak gelase, nyambut gawe sak ikhlase’ (Minum (wedang) Jahe Dengan Gelas, Bekerja Dengan Ikhlas),” paparnya. (kom/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *