Connect with us

SEKITAR KITA

DPD BMI Provinsi Jatim Dideklarasikan

Diterbitkan

||

Suasana deklarasi dan pelantikan DPD BMI Provinsi Jawa Timur.
Suasana deklarasi dan pelantikan DPD BMI Provinsi Jawa Timur.

Memontum Surabaya – Bintang Muda Indonesia (BMI) menggelar Deklarasi dan Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah Bintang Muda Indonesia (DPD BMI) Provinsi Jawa Timur, Sabtu (31/10) tadi.

Dalam pelaksanaan yang berlangsung di Lantai 5 hotel di Surabaya itu, turut hadir Ketua DPD BMI Provinsi Jawa Timur, Ahmad Sahroni, Sekretaris DPD Partai Demokrat, Muhammad Zaini ST MSI, Ketua Umum BMI, Farhan Effendy M.Hum, Dewan Pembina Nasional BMI, Reinanda Bahtar hingga Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Demokrat diwakili oleh Arzaki Mahendra Putra.

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Bintang Muda Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ahmad Syahroni, dalam sambutannya mengatakan bahwa BMI tidak hanya menjadi ujung tombak partai. Namun, peran BMI harus menjadi rumah bersama, yang di dalamnya ada perjuangan. Baik itu, pahit, manis, susah, senang dan bahagia.

“BMI sepenuhnya berfungsi sebagai tempat manusia seutuhnya. Bukan, sekumpulan mahkluk bernyawa yang hanya berfungsi sebagai pendulang suara,” katanya.

Ada tantangan-tantangan besar, tambahnya, yang akan dihadapi bersama. Bukan hanya dirinya seorang, yang karena didaulat sebagai ketua. Tetapi, ini menjadi tanggung jawab kita semua sebagai keluarga Bintang Muda Indonesia. “Termasuk, DPC-DPC di kabupaten dan kota,” ujar Ahmad Syahroni.

Solidaritas sebagai keluarga BMI, imbuhnya, menjadi kunci untuk kebesaran semua. Mewakili teman-teman pengurus DPD BMI, berharap DPR, dewan pembina dan seluruh senior-senior dapat memberikan dukungan, arahan bahkan teguran untuk perbaikan perbaikan organisasi.

“Kami ingin mendengar keluh kesah dan menancapkan ideologi Partai Demokrat, di masyarakat dan berkontribusi nyata dalam pembangunan,” ungkapnya.

Ketua Umum Bintang Muda Indonesia (BMI), Farhan Efendi, dalam kesempatan itu mengaku bangga sekaligus haru dengan hadirnya BMI. “Waktu datang pertama kali, kami berfikir kepada teman-teman di Jawa Timur, untuk membangun BMI. Yang muncul saat itu, adalah kesulitan karena fakta di lapangan bahwa butuh pembiayaan. Tapi, setelah saya yakinkan kepada teman-teman, tidak ada yang tidak mungkin untuk bisa dibangkitkan,” ujar Farhan.

Masih menurut Farhan, barang yang kita miliki tentu akan kita jaga. Barang yang kita dirikan dengan keringat dan uang, kita pasti akan rawat. Barang yang kita wujudkan dengan cinta, kita pasti akan kita pertahankan.

Kita datang, bukan sebagai pengemis tetapi kita datang sebagai pemberi semangat bahwa putra-putra terbaik tanah Surabaya, tanah perjuangan para ahli waris Erlangga, para ahli waris Hayam Wuruk, para ahli waris Brawijaya, para ahli waris Joyoboyo, para ahli Ken Arok, para ahli waris putra blambangan, para ahli santri dan wali-wali di Jawa Timur.

“Imperium Indonesia berdiri, kalian harus bangkit. Bukan suatu kebetulan, kita diciptakan berkelompok berkelompok sesuai DNA. Insya Allah, kita adalah para pejuang bangsa pembuluh darah yang menjaga rakyat Indonesia,” tuturnya.

Masih menurut Farhan, pokok dari pada BMI, adalah melakukan pengkaderan. Ini benar secara diskusi, historis dan secara filosofis. Karena kalau tidak ada pengkaderan, transformasi serta ideologis ASI tentu tidak memiliki ikatan batin yang kuat. (azl/sit)