Connect with us

Hukum & Kriminal

Curwan Hantui Warga Ranulogong Lumajang

Diterbitkan

||

Warga tunjukkan tembok kandang yang dibobol komplotan pencuri sapi.
Warga tunjukkan tembok kandang yang dibobol komplotan pencuri sapi.

Jelang Pelaksanaan Pemilihan Kades

Memontum Lumajang – Menjelang pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) yang akan berlangsung di dua desa di Kecamatan Randuagung, teror maling sapi terus menghantui warga masyarakat.

Seperti yang terjadi Minggu (1/11) dini hari, terjadi aksi pencurian dua ekor sapi milik Holik (37) Warga Rt 34 Rw 08 Dusun Tong Maling, Desa Ranulogong, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang.

Dalam aksinya, kawanan pelaku yang diperkirakan lebih satu orang itu, membobol tembok kandang. Aksi pencurian sendiri, baru disadari korbannya saat akan memberi makan hewan peliharaannya sekitar pukul 04.30.

“Saya lihat dinding kandang, ternyata sudah berlubang. Sapi saat itu juga sudah tidak ada. Makanya, saya langsung membangunkan saudara dan tetangga sekitar untuk minta bantuan mencari dan malaporkan kejadian,” ungkap korban.

Usai kejadian, warga dan perangkat desa Ranulogong bersama petugas kepolisian, langsung melakukan pencarian dengan cara menyusuri jejak kaki sapi. “Kita lalu melakukan pencarian, baru sekitar pukul 06.30 kedua ekor sapi berhasil ditemukan di sebuah kandang milik Hlm (33) di Dusun Lalangan Desa Tunjung. Tetapi, pemilik kandang sudah tidak ada,” ujarnya.

Kapolsek Randuagung, Iptu Setyobudi, ketika dikonfirmasi mengatakan, keterangan dari pemilik sekitar jam 02.00, sapi masih ada. Kemudian setelah menjelang subuh, sapi diketahui sudah tidak ada.

“Sapi berhasil ditemukan di sebuah kandang milik warga di Dusun Lalangan Desa Tunjung,” ujarnya.

Kapolsek juga mengakui, jika di Randuagung, sering terjadi pencurian sapi. Pihaknya mengimbau, agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Apalagi, menjelang Pilkades yang akan dilaksanakan di tahun 2021 mendatang.

“Saya selaku Kapolsek bersama Pak Danramil, mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan menjelang pemilihan kepala desa di Desa Ranulogong sama Desa Kalidilem,” imbuhnya. (adi/sit)

Hukum & Kriminal

Nabrak Pohon, Ibu 4 Anak Tewas

Diterbitkan

||

Petugas Laka Lantas saat melakukan evakuasi. (ist)
Petugas Laka Lantas saat melakukan evakuasi. (ist)

Memontum Kota Malang – Dwi Hariani (39) warga Jl Mayjend Sungkono Gang VI, Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jumat (4/12/2020) pukul 12.45 WIB, tewas seketika setelah motor Yamaha Jupiter Nopol N 5668 BX yang dikendarainya menabrak pohon di Jl Citra Garden City didepan perumahan CGC Kota Malang.

Ibu 4 anak ini tewas seketika dengan luka parah pada bagian kepala. Semula belum diketahui identitasnya. Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Unit Laka Lantas Polreata Malang Kota hingga jenazah Dwi dibawa ke kamar mayat RSSA Malang.

Informasi Memontum.com bahwa sebelum kecelakaan Dwi mengendarai motornya melaju dari arah timur ke barat. Dia melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. Namun sesampainya di lokasi, kondisi jalanan menurun.

Dia kaget karena di depannya melaju pesepeda pancal searah di depannya. Dwi pun mencoba menghindari pesepeda angin tersebut. Namun malah kehilangan kendali hingga haluan terlalu ke kiri hingga menabrak pohon yang berada di pinggir jalan.

Benturan keras pun terjadi hingga banyak warga yang berdatangan ke lokasi untuk memberikan pertolongan. Namun saat itu kondisi Dwi sudah meninggal dunia. Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Unit Laka Lantas Polresta Malang Kota.

Saat petugas datang, kondisi Dwi masih berstatus Mrs X dikarenakan tidak ada identitas yang melekat. Setelah petugas Laka melakukan penelusuran akhirnya diketahui identitas korban. Sementara suami korban Anang (40) saat ditemui wartawan di kamar jenasah mengatakan kalau istrinya berangkat ke rumah saudaranya di Tlogosari Kecamatan Tlogowaru

“Tadi rencanaya mau Tlogosari. Saya kaget tiba -tiba saja dapat kabar dari kepolisian kalau istri saya mengalami kecelakaan. Saya tidak menyangka, istri saya meninggalkan 4 anak yang masih kecil kecil,” ujar Anang.

Kasubnit 1 Unit Laka Lantas Ipda Deddy Cattur mengatakan bahwa korban kehilangan kendali saat melaju dengan kecepatan tinggi di jalanan menurun.

“Di depannya ada sepeda angin hingga korban lehilangan kendali haluan terlalu ke kiri hingga menabrak pohon di pinggir jalan,” ujar Ipda Deddy. (gie)

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Posting Pembegalan yang Dialami Ayahnya, Malah Jadi Korban Penipuan

Diterbitkan

||

TKP pembegalan yang berada di Jl Kyai Tamin, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Memontum Kota Malang – Masih ingat dengan kasus pembegalan yang dialami oleh seorang satpam TV lokal di Kota Malang berinisial CHM (70) warga Jl Laksamana Martadinata Gang Buntu, Kecamatan Klojen, Kota Malang, pada Selasa (24/11/2020) pukul 04.00 WIB, di Jl Kyai Tamin, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Ternyata Christofer Hurek Making (32), anak CHM, juga telah menjadi korban penipuan. Hal itu terjadi saat usai Christofer memposting kejadian yang dialami oleh ayahnya tersebut ke media sosial. Bukannya menemukan motor Honda Beat warna biru putih Nopol N 4432 BAR milik ayahnya yang hilang, Christofer malah tertipu Rp 800 ribu.

Informasi Memontum.com. bahwa usai memposting peristiwa yang dialami ayahnya di media sosial Facebook, Christofer dihubungi oleh seseorang yang mengaku mengetahui motor tersebut.

“Saya posting kejadian pembegalan yang dialami ayah saya di media sosial. Siapa tahu ada yang mengetahui keberadaan motor milik ayah saya. Dalam postingan itu saya mencantumkan nomer telp,” ujar Christofer.

Tak lama setelah itu Christofer ditelepon oleh seseorang yang memberitahukan bahwa motor Honda Beat tersebut berada di rumahnya.

“Orang yang telepon mengatakan kalau saya tidak boleh ramai-ramai kalau motor ayah saya berada di rumahnya. Selanjutnya si penipu mengaku kalau motor tersebut digadaikan kepadanya sebesar Rp 1,7 juta. Selanjutnya pelaku meminta kami datang ke Indomaret Bululawang dengan alasan untuk bertemu,” ujar Christofer, Rabu (3/12/2020) siang.

Christofer awalnya percaya hingga datang ke Indomaret Bululawang bersama ayah dan adiknya. “Pelaku menelepon menggunakan WhatsApp dan memakai foto profil seorang wanita. Bicaranya meyakinkan hingga kami merasa percaya dan datang ke Indomaret Bululawang. Bahwa pelaku yang mengaku menerima gadai meminta masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan,” ujar Christofer.

Namun ternyata si pelaku tidak datang hingga Christofer menghubunginya. Diluar dugaan pelaku tidak mau bertemu sebelum Christofer menebus motor tersebut sebesar Rp 1,7 juta.

“Saat hendak kami tranfer, pelaku mengaku tidak memiliki rekening. Awalnya minta diganti pulsa hingga kami belikan Rp 100 ribu. Selanjutnya berdalih nilai gadai motor cukup besar yakni Rp. 1,7 juta, pelaku meminta supaya kembali dikirim pulsa Rp 700 ribu. Namun setelah kami kirim pulsa, nomer ponsel pelaku tidak bisa lagi dihubungi,” ujar Christofer.

Pihaknya berpesan kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati saat memposting di media sosial. Jangan sampai peristiwa yang dialaminya ini terjadi kepada orang lain. “Ini menjadi pelajaran supaya selalu berhati-hati saat posting di medsos,” ujar Christofer.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang satpam TV lokal di Kota Malang berinisial CHM (70) warga Jl Laksamana Martadinata Gang Buntu, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Selasa (24/11/2020) pukul 04.00, menjadi korban begal saat berada di Jl Kyai Tamin, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Pelaku berjumlah dua orang melakukan aksinya dengan memukul kepala korban dengan kayu balok. Pelaku juga membawa kabur motor Honda Beat warna biru putih Nopol N 4432 BAR milik korban. Hingga Rabu (25/11/2020) siang, kejadian ini belum dilaporkan ke pihak kepolisian. (gie)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Terpopuler