Connect with us

Pemerintahan

Hadirkan Pemilih Pemula, Pemkab Trenggalek Sosialisasi Penyelenggaraan Pilbup 2020

Diterbitkan

||

Suasana sosialisasi penyelenggaraan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek kepada calon pemilih pemula di Pendopo Manggala Praja Nugraha.
Suasana sosialisasi penyelenggaraan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek kepada calon pemilih pemula di Pendopo Manggala Praja Nugraha.

Memontum Trenggalek – Guna memberikan pemahaman kepada pemilih pemula, Pemerintah Kabupaten Trenggalek menggelar sosialisasi penyelenggaraan Pemilihan dan Wakil Bupati Trenggalek tahun 2020. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada pemilih pemula tentang cara-cara teknis dalam rangkaian pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2020.

Menghadirkan narasumber dari berbagai lintas sektor, sosialisasi ini diikuti oleh 100 siswa dan 1 pendamping dari perwakilan 15 sekolah tingkat SMA, MA, SMK di Kabupaten Trenggalek.

Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Trenggalek, Benny Sampirwanto menegaskan pemahaman teknis bagi pemilih pemula sangatlah penting. “Memilih pemimpin adalah pengalaman pertama bagi calon pemilih pemula nanti. Dimana mereka harus benar-benar mengetahui berbagai tahapan dan aturan didalamnya agar tidak salah dalam mengikuti tahapan pemilu,” ungkap Pjs Benny, Jum’at (06/11/2020) siang.

Pjs. Bupati menyebut Pilkada Tahun 2020 adalah pesta demokrasi, artinya ketika pemilih pemula hadir untuk menyalurkan hak pilihnya seharusnya merasa senang. Hal ini dikarenakan momen pesta demokrasi adalah kesempatan untuk memilih pemimpin yang menentukan arah pembangunan Trenggalek selama 5 tahun kedepan.

“Karena peran Bupati dan Wakil Bupati ini sangat penting, Bupati memimpin pelaksanaan urusan yang menjadi kewenangan di daerah,” imbuhnya.

Selain itu, Benny juga mengatakan, Pilkada juga menunjukkan kedaulatan rakyat, dimana dengan adanya hak pilih maka kedaulatan ada di tangan rakyat. “Saya minta jangan sekali-kali melakukan golput, anda harus menjadi bagian orang-orang yang menentukan. Kalau kita golput maka artinya yang menentukan orang lain, bukan kita,” kata Benny.

Selanjutnya, Kadis Kominfo Provinsi Jawa Timur ini meminta untuk tegas menolak politik uang atau money politik. “Saya mengingatkan hak pilih bisa diibaratkan harga diri yang tidak bisa dibeli dengan uang dan hanya bisa ditentukan oleh hati nurani,” tegasnya.

Pihaknya juga memberikan pesan untuk memilih pemimpin yang bisa menyuarakan sesuai kriteria suara hati pemilihnya. “Ini adalah peluang terbaik bagi adik-adik sekalian untuk mencari pemimpin 5 tahun kedepan, cari betul-betul sehingga tidak keliru,” tutupnya. (mil/syn)