Connect with us

Pemerintahan

Peringati Hari Jadi Provinsi, Gelar Jombang Gowes

Diterbitkan

||

Kegiatan gowes bersama dalam rangka memperingati Hari Jadi ke 75 Provinsi Jawa Timur.
Kegiatan gowes bersama dalam rangka memperingati Hari Jadi ke 75 Provinsi Jawa Timur.

Memontum Jombang – Bupati dan Wakil Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab dan Sumrambah, bersama Kapolres Jombang, AKBP Agung Setyo Nugroho SIK dan Dandim 0814 Jombang, Letkol Inf Triyono serta Sekdakab Jombang, Dr Akh. Jazuli, melakukan kegiatan gowes untuk mengisi agenda, Jumat (6/11) Sehat.

Kegiatan yang diawali dengan senam bersama di lapangan Pemkab Jombang, diteruskan dengan kegiatan gowes rute pendek melintasi jalan protokol kota Santri dan finishnya di Pendopo Pemkab Jombang. Sejumlah kegiatan yang diikuti pula pejabat mulai ASN hingga asisten itu, digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke 75 Provinsi Jawa Timur.

Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab, dalam sambutannya mengajak seluruh ASN untuk senantiasa mengucapkan rasa syukur. Sebab, di tengah masa pandemi Covid-19, masyarakat di Kabupaten Jombang, masih diberikan kesehatan juga kesejahteraan yang baik. Tentunya, diberi kesempatan untuk tetap berkarya dan bekerja semaksimal mungkin.

“Bahkan hari ini, kita dapat berolahraga bersama, gowes untuk senantiasa menjaga kesehatan,” katanya.

Dalam kesempatan bahagia itu, Bupati Jombang juga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi atas capaian kinerja ASN di Lingkungan Pemkab Jombang. Terutama, sinergitas, kekompakan, kebersamaan bersama Forkopimda juga masyarakat di dalam mewujudkan satu visi dalam program Cetar Jawa Timur serta Jombang yang Berkarakter dan Berdaya Saing.

“Mari bersama-sama bersinergi, tetap kompak, bergotong-royong di dalam membangun Jawa Timur yang kita cintai, juga Kabupaten Jombang pada khususnya,” tutur Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab.

Selama pelaksanaan gowes berlangsung, untuk memeriahkan kegiatan, juga dilakukan pengundian sejumlah doorprize yang sudah disiapkan panitia. Mulai dari televisi, sepeda angin, kompor gas, dispenser, magicom, kipas angin, setrika serta jam dinding. (azl/sit)

Pemerintahan

Sambut Nataru, Pemkot Batu Siapkan Pemecahan Titik Kerumunan

Diterbitkan

||

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, saat menghadiri acara silaturahmi bersama pengurus dan anggota PHRI Kota Batu.
Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, saat menghadiri acara silaturahmi bersama pengurus dan anggota PHRI Kota Batu.

Memontum Kota Batu – Menyambut Natal dan tahun baru (Nataru), Pemerintah Kota Batu, berencana akan memecah titik kerumunan wisatawan.

Langkah ini dilakukan, guna menghindari hal yang tidak diinginkan selama masa pandemi Covid-19, khususnya pada sektor wisata.

Rencananya, Pemkot Kota Batu akan membuat pasar malam di sepanjang Jalan Panglima Sudirman. Mengenai perencanaan itu, disampaikan langsung Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, saat menghadiri acara silaturahmi bersama pengurus dan anggota PHRI Kota Batu di salah satu hotel di Kota Batu, Jum’at (4/12) tadi.

“Pastinya menjelang Natal dan akhir tahun, akan banyak yang berkunjung ke Kota Batu. Kami tetap akan mengizinkan hotel-hotel di Kota Batu, untuk menggelar acara dengan terkontrol dari sisi jumlah atau waktu,” kata Dewanti.

Ditambahkan, acara di hotel-hotel tetap diperbolehkan, namun sesuai dengan protokol kesehatan. Dengan langkah itu, diharapkan wisatawan tidak berkumpul di satu titik keramaian, seperti Alun-alun Kota Batu.

Ketua PHRI Kota Batu, Sujud Hariadi, mendukung dengan rencana pemecahan keramaian. Apalagi, seperti hotel akan membuat acara di hotel, tetapi tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Mengenai potensi okupansi selama Nataru, disampaikan Sujud, pasti akan mengalami penurunan di banding tahun sebelumnya.

“Potensi okupansi diprediksi akan menurun. Tapi, sampai 50 persen. Apalagi, ada pemangkasan hari libur nasional dan cuti bersama. Selain itu, juga daya beli yang menurun serta pandemi yang masih belum berakhir,” ujarnya. (cw2/sit)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Lapas Kelas I Malang Gelar Yudisium Santri

Diterbitkan

||

Pelaksanaan yudisium angkatan kedelapan santri yang merupakan binaan Lapas Kelas I Malang.
Pelaksanaan yudisium angkatan kedelapan santri yang merupakan warga binaan Lapas Kelas I Malang.

Diharapkan bisa menjadi bekal santri

Memontum Malang – Lapas Kelas I Malang memberikan wadah bagi para warga binaan yang ingin berfokus dan mendalami agama, khususnya agama Islam.

Hal itu, terlihat dari adanya yudisium angkatan kedelapan Santri Lapas Kelas I yang dibina oleh Lapas kelas I Malang.

“Di acara ini kita juga adakan yudisium bagi Santri Lapas Kelas I Malang. Pelaksanaan ini, sebenarnya sudah kita lakukan sejak lama dan sekarang sudah di angkatan ke delapan,” ujar Kalapas, Anak Agung Gede Krisna, diserangkaian pelaksanaan launching Aplikasi SAE L’SIMA, Jumat (4/12) siang.

Kalapas juga menjelaskan, setiap tahun pihaknya memang mengadakan yudisium kepada santri binaan. Bahkan, juga ada blok tersendiri untuk penempatan para santri Lapas Kelas I Malang.

“Setiap tahun kita ada yudisium. Mereka ini kita tempatkan di blok berbeda untuk para santri Lapas Kelas I Malang. Tujuannya, agar bisa lebih fokus,” ungkapnya.

Penempatan blok tersendiri tersebut, tambahnya, ditujukan bagi para warga binaan yang memang benar-benar ingin belajar agama dan mendalami Al-Qur’an.

“Kita memberikan wadah ini, memang untuk warga binaan yang benar-benar ingin belajar agama dan Al-Qur’an. Sehingga, kedepan nanti bisa menjadi bekal mereka dan saat keluar bisa menjadi ustadz,” paparnya.

Sebagai informasi, dalam rangkaian kegiatan kedatangan Sekjen Kemenkum HAM, Bambang Rantam Sariwanto ke SAE L’SIMA, juga ada pemberian penghargaan untuk para yudisium santri Lapas Kelas I Malang sebanyak 57 santri. (riz/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Terpopuler