Connect with us

SEKITAR KITA

Ancam Kawasan dan Bencana, Perhutani Diminta Hentikan Penebangan

Diterbitkan

||

Pegiat Lingkungan Kabupaten Lumajang, Arsad Subekti.
Pegiat Lingkungan Kabupaten Lumajang, Arsad Subekti.

Tebang Kayu di Kawasan Alas Burno 3,3 Hektare

Memontum Lumajang – Pegiat Lingkungan Kabupaten Lumajang, Arsad Subekti, mengingatkan agar Perhutani tidak sembarang dalam melakukan penebangan kayu di kawasan Alas Burno Hutan Damaran area Wisata Siti Sundari, Kabupaten Lumajang. Namun, lebih mempertimbangkan faktor lingkungan seperti membahayakan keselamatan masyarakat sekitar dan kemungkinan ancaman bencana.

“Seharusnya, dalam melakukan proses penebangan, Perhutani lebih mempertimbangkan aspek kelayakan dan kepentingan secara umum. Apalagi, tempat itu lebih dekat dengan pemukiman masyarakat dan bisa membahayakan lingkungan. Sementara, penebangan juga dilakukan secara besar-besaran,” katanya kepada memontum.com.

Jadi, urainya, jangan hanya bermodalkan bahwa proses tersebut sudah sesuai prosedur. Namun, Perhutani juga mempertimbangkan aspek lain. Seperti, memilih tempat yang lebih aman yang lebih sesuai untuk kepentingan masyarakat.

“Kalau di bawah banyak pemukiman masyarakat, sementara tanaman itu juga sebagai penyangga agar tidak terjadi longsor, lalu kenapa dipotong dihabiskan. Saya curiga, jangan-jangan ada indikasi lain dari tujuan terselubung dibalik penebangan itu,” tegas Arsad, Minggu (8/11) pagi.

Lebih lanjut Arsad mengungkapkan, kalau hutannya digunduli, sementara dibawahnya banyak pemukiman warga, kemungkinan terburuknya dampaknya akan terjadi longsor ketika musim hujan. Apalagi, sekarang sudah memasuki musim hujan. Seharusnya, Perhutani juga mempertimbangkan dampak-dampak itu.

“Sekali lagi, jangan hanya asal ngomong itu sudah prosedural. Terus, kemudian akan ditanami kembali. Untuk menanam atau kelangsungan pohon, itu membutukan waktu yang sangat lama. Sedangkan kepentingan masyarakat, tidak bisa ditunda karena hari ini sudah ada di situ. Kalau nanti setelah ditebang terjadi hujan besar lalu kemudian hutan penyangganya tidak ada, apakah ini tidak akan membahayakan masyarakat yang ada disekitarnya,” ungkapnya.

Dirinya menyarankan, seharusnya Perhutani bisa memilih dan memilah. Mana yang harus ditebang dan mana yang tidak. Karena bisa membahayakan kepentingan umum.

“Apa nggak bisa dipertimbangkan lagi. Jangan-jangan, Perhutani ini mempunyai tujuan lain, dibalik penebangan itu. Dengan dasar, bahwa prosesnya sudah prosedural. Yang pertanyaan sekarang, apakah iya pemerintah ini mau mengorbankan masyarakat sekitar hutan hanya demi kepentingan orang-orang yang punyai kepentingan,” ujarnya. (adi/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version