Connect with us

Pemerintahan

Bupati Lumajang Lepas Tiga Peserta MTQ

Diterbitkan

||

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq memberikan wejangan kepada tiga peserta Musabaqah Tilawatil Quran yang akan segera berangkat menuju Kota Padang, Sumbar..
Bupati Lumajang, Thoriqul Haq memberikan wejangan kepada tiga peserta MTQ yang akan segera mengikuti MTQ Tingkat Nasional di Kota Padang.

Memontum Lumajang – Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, mengapresiasi tiga peserta asal Kabupaten Lumajang, yang akan mewakili Jawa Timur, dalam acara Musabaqah Tilawatil Quran XXVIII 2020 di Kota Padang, Sumatera Barat pada 12 hingga 21 November 2020.

Sebelum keberangkatan peserta, orang nomor satu di pemerintah Kabupaten Lumajang itu, lebih dahulu menerima dan memberikan wejangan di Kantor Bupati Lumajang.

Dalam kesempatan itu, Bupati mengatakan, setiap pelaksanaan MTQ Tingkat Nasional, Kabupaten Lumajang pasti mengirimkan perwakilannya. Karenanya, kepada perwakilan Kabupaten Lumajang, agar tetap menjaga kesehatan utamanya saat pelaksanaan MTQ.

“Selamat mengikuti MTQ Nasional, Insya Allah sukses. Jangan lupa, jaga kesehatan, jangan sampai sakit, bawa handsanitizer. Sehingga, kembali sehat, kembali membawa prestasi,” katanya.

Kepala Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Lumajang, Mahfud, menerangkan bahwa ada tiga peserta dari Kabupaten Lumajang yang mewakili Jawa Timur. Di antaranya dari cabang MHQ golongan 10 Juz Putra, atas nama Muchammad Abdul Chamid, sementara cabang MKQ golongan Kontemporer Putra, atas nama Refi Indriansyah dan cabang MKQ golongan Kontemporer Putri, atas nama Putri Siti Munfaidah.

“Kami berharap, ini bisa mendulang hasil yang maksimal. Mengingat ini adalah MTQ Tingkat Nasional. Harapannya, bisa mengharumkan nama Lumajang di tingkat nasional,” terangnya.

Rencananya, ke tiga peserta dari Kabupaten Lumajang, akan berangkat pada 9 November 2020, untuk melakukan pembekalan di Surabaya. Selanjutnya, akan berangkat ke Kota Padang pada 12 November 2020 dini hari. (kom/sit)

Pemerintahan

Sambut Nataru, Pemkot Batu Siapkan Pemecahan Titik Kerumunan

Diterbitkan

||

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, saat menghadiri acara silaturahmi bersama pengurus dan anggota PHRI Kota Batu.
Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, saat menghadiri acara silaturahmi bersama pengurus dan anggota PHRI Kota Batu.

Memontum Kota Batu – Menyambut Natal dan tahun baru (Nataru), Pemerintah Kota Batu, berencana akan memecah titik kerumunan wisatawan.

Langkah ini dilakukan, guna menghindari hal yang tidak diinginkan selama masa pandemi Covid-19, khususnya pada sektor wisata.

Rencananya, Pemkot Kota Batu akan membuat pasar malam di sepanjang Jalan Panglima Sudirman. Mengenai perencanaan itu, disampaikan langsung Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, saat menghadiri acara silaturahmi bersama pengurus dan anggota PHRI Kota Batu di salah satu hotel di Kota Batu, Jum’at (4/12) tadi.

“Pastinya menjelang Natal dan akhir tahun, akan banyak yang berkunjung ke Kota Batu. Kami tetap akan mengizinkan hotel-hotel di Kota Batu, untuk menggelar acara dengan terkontrol dari sisi jumlah atau waktu,” kata Dewanti.

Ditambahkan, acara di hotel-hotel tetap diperbolehkan, namun sesuai dengan protokol kesehatan. Dengan langkah itu, diharapkan wisatawan tidak berkumpul di satu titik keramaian, seperti Alun-alun Kota Batu.

Ketua PHRI Kota Batu, Sujud Hariadi, mendukung dengan rencana pemecahan keramaian. Apalagi, seperti hotel akan membuat acara di hotel, tetapi tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Mengenai potensi okupansi selama Nataru, disampaikan Sujud, pasti akan mengalami penurunan di banding tahun sebelumnya.

“Potensi okupansi diprediksi akan menurun. Tapi, sampai 50 persen. Apalagi, ada pemangkasan hari libur nasional dan cuti bersama. Selain itu, juga daya beli yang menurun serta pandemi yang masih belum berakhir,” ujarnya. (cw2/sit)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Lapas Kelas I Malang Gelar Yudisium Santri

Diterbitkan

||

Pelaksanaan yudisium angkatan kedelapan santri yang merupakan binaan Lapas Kelas I Malang.
Pelaksanaan yudisium angkatan kedelapan santri yang merupakan warga binaan Lapas Kelas I Malang.

Diharapkan bisa menjadi bekal santri

Memontum Malang – Lapas Kelas I Malang memberikan wadah bagi para warga binaan yang ingin berfokus dan mendalami agama, khususnya agama Islam.

Hal itu, terlihat dari adanya yudisium angkatan kedelapan Santri Lapas Kelas I yang dibina oleh Lapas kelas I Malang.

“Di acara ini kita juga adakan yudisium bagi Santri Lapas Kelas I Malang. Pelaksanaan ini, sebenarnya sudah kita lakukan sejak lama dan sekarang sudah di angkatan ke delapan,” ujar Kalapas, Anak Agung Gede Krisna, diserangkaian pelaksanaan launching Aplikasi SAE L’SIMA, Jumat (4/12) siang.

Kalapas juga menjelaskan, setiap tahun pihaknya memang mengadakan yudisium kepada santri binaan. Bahkan, juga ada blok tersendiri untuk penempatan para santri Lapas Kelas I Malang.

“Setiap tahun kita ada yudisium. Mereka ini kita tempatkan di blok berbeda untuk para santri Lapas Kelas I Malang. Tujuannya, agar bisa lebih fokus,” ungkapnya.

Penempatan blok tersendiri tersebut, tambahnya, ditujukan bagi para warga binaan yang memang benar-benar ingin belajar agama dan mendalami Al-Qur’an.

“Kita memberikan wadah ini, memang untuk warga binaan yang benar-benar ingin belajar agama dan Al-Qur’an. Sehingga, kedepan nanti bisa menjadi bekal mereka dan saat keluar bisa menjadi ustadz,” paparnya.

Sebagai informasi, dalam rangkaian kegiatan kedatangan Sekjen Kemenkum HAM, Bambang Rantam Sariwanto ke SAE L’SIMA, juga ada pemberian penghargaan untuk para yudisium santri Lapas Kelas I Malang sebanyak 57 santri. (riz/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Terpopuler