Connect with us

Pemerintahan

Bupati Lumajang Tabur Bunga Bersama Forkopimda

Diterbitkan

||

Bupati Lumajang bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Lumajang saat menggelar peringatan Hari Pahlawan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bangsa.
Bupati Lumajang bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Lumajang saat menggelar peringatan Hari Pahlawan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bangsa.

Peringati Hari Pahlawan dengan Upacara dan Doa

Memontum Lumajang – Bupati Lumajang bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Lumajang, menggelar pelaksanaan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) ‘Kusuma Bangsa’, Selasa (10/11) pagi. Kegiatan dalam rangkaian memperingati ke 75 Hari Pahlawan tahun 2020 itu, diawali dengan pelaksanaan upacara bersama.

Bertindak sebagai inspektur upacara dalam peringatan itu, Komandan Kodim (Dandim) 0821 Lumajang, Letkol Inf Andi A. Wibowo, S.Sos., M.I.Pol. B. Pelaksanaan sendiri, begitu rampung langsung diteruskan dengan tabur bunga dan memberikan doa. Hadir dalam serangkaian pelaksanaan itu, Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati, Kapolres Lumajang, AKBP Dedy Foury Millewa S.H., S.I.K., M.I.K. dan Dandim 0812 Lumajang serta jajaran setingkat.

Dalam kesempatan itu, Bupati Lumajang berpesan agar masyarakat senantiasa mengisi Hari Kemerdekaan dan Hari Pahlawan, dengan hal yang positif. Seperti halnya, dengan tetap menjaga NKRI, Pancasila dan Kebhinekaan. Hal itulah, yang harus terus dikuatkan dan diperjuangkan.

“Kita tidak boleh melupakan jasa para pahlawan yang telah gugur mendahului kita,” pesan Bupati.

Ditambahkannya, peringatan Hari Pahlawan harus tetap dilaksanakan. Tentunya, dengan tetap memperhatikan standart protokol kesehatan Covid-19. Peringatan Hari Pahlawan sendiri, bertujuan untuk mengenang jasa para pahlawan yang berjuang demi mewujudkan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Hari Pahlawan ini dijadikan momentum untuk mengenang kembali jasa para pahlawan untuk meraih dan mempertahankan kemerdekaan Bangsa Indonesia dari penjajahan,” tambahnya.

Senada dengan hal itu, Kapolres Lumajang, AKBP Dedy Foury Millewa, juga mengingatkan agar masyarakat jangan sekali-sekali melupakan sejarah dan jasa para pahlawan. Karena dengan sejarah, semua dapat mengetahui tuntunan dan tatanan yang sudah pernah dilakukan oleh para pahlawan. Dengan begitu, harapannya ke depan semuanya akan lebih terarah.

“Sebagai penerus bangsa, jangan pernah sekali-kali meninggalkan atau melupakan sejarah bangsa kita ini,” tegasnya. (adi/sit)

Pemerintahan

Sambut Nataru, Pemkot Batu Siapkan Pemecahan Titik Kerumunan

Diterbitkan

||

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, saat menghadiri acara silaturahmi bersama pengurus dan anggota PHRI Kota Batu.
Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, saat menghadiri acara silaturahmi bersama pengurus dan anggota PHRI Kota Batu.

Memontum Kota Batu – Menyambut Natal dan tahun baru (Nataru), Pemerintah Kota Batu, berencana akan memecah titik kerumunan wisatawan.

Langkah ini dilakukan, guna menghindari hal yang tidak diinginkan selama masa pandemi Covid-19, khususnya pada sektor wisata.

Rencananya, Pemkot Kota Batu akan membuat pasar malam di sepanjang Jalan Panglima Sudirman. Mengenai perencanaan itu, disampaikan langsung Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, saat menghadiri acara silaturahmi bersama pengurus dan anggota PHRI Kota Batu di salah satu hotel di Kota Batu, Jum’at (4/12) tadi.

“Pastinya menjelang Natal dan akhir tahun, akan banyak yang berkunjung ke Kota Batu. Kami tetap akan mengizinkan hotel-hotel di Kota Batu, untuk menggelar acara dengan terkontrol dari sisi jumlah atau waktu,” kata Dewanti.

Ditambahkan, acara di hotel-hotel tetap diperbolehkan, namun sesuai dengan protokol kesehatan. Dengan langkah itu, diharapkan wisatawan tidak berkumpul di satu titik keramaian, seperti Alun-alun Kota Batu.

Ketua PHRI Kota Batu, Sujud Hariadi, mendukung dengan rencana pemecahan keramaian. Apalagi, seperti hotel akan membuat acara di hotel, tetapi tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Mengenai potensi okupansi selama Nataru, disampaikan Sujud, pasti akan mengalami penurunan di banding tahun sebelumnya.

“Potensi okupansi diprediksi akan menurun. Tapi, sampai 50 persen. Apalagi, ada pemangkasan hari libur nasional dan cuti bersama. Selain itu, juga daya beli yang menurun serta pandemi yang masih belum berakhir,” ujarnya. (cw2/sit)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Lapas Kelas I Malang Gelar Yudisium Santri

Diterbitkan

||

Pelaksanaan yudisium angkatan kedelapan santri yang merupakan binaan Lapas Kelas I Malang.
Pelaksanaan yudisium angkatan kedelapan santri yang merupakan warga binaan Lapas Kelas I Malang.

Diharapkan bisa menjadi bekal santri

Memontum Malang – Lapas Kelas I Malang memberikan wadah bagi para warga binaan yang ingin berfokus dan mendalami agama, khususnya agama Islam.

Hal itu, terlihat dari adanya yudisium angkatan kedelapan Santri Lapas Kelas I yang dibina oleh Lapas kelas I Malang.

“Di acara ini kita juga adakan yudisium bagi Santri Lapas Kelas I Malang. Pelaksanaan ini, sebenarnya sudah kita lakukan sejak lama dan sekarang sudah di angkatan ke delapan,” ujar Kalapas, Anak Agung Gede Krisna, diserangkaian pelaksanaan launching Aplikasi SAE L’SIMA, Jumat (4/12) siang.

Kalapas juga menjelaskan, setiap tahun pihaknya memang mengadakan yudisium kepada santri binaan. Bahkan, juga ada blok tersendiri untuk penempatan para santri Lapas Kelas I Malang.

“Setiap tahun kita ada yudisium. Mereka ini kita tempatkan di blok berbeda untuk para santri Lapas Kelas I Malang. Tujuannya, agar bisa lebih fokus,” ungkapnya.

Penempatan blok tersendiri tersebut, tambahnya, ditujukan bagi para warga binaan yang memang benar-benar ingin belajar agama dan mendalami Al-Qur’an.

“Kita memberikan wadah ini, memang untuk warga binaan yang benar-benar ingin belajar agama dan Al-Qur’an. Sehingga, kedepan nanti bisa menjadi bekal mereka dan saat keluar bisa menjadi ustadz,” paparnya.

Sebagai informasi, dalam rangkaian kegiatan kedatangan Sekjen Kemenkum HAM, Bambang Rantam Sariwanto ke SAE L’SIMA, juga ada pemberian penghargaan untuk para yudisium santri Lapas Kelas I Malang sebanyak 57 santri. (riz/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Terpopuler