Connect with us

Pemerintahan

Bupati Lumajang Minta ASN Tingkatkan Kapasitas

Diterbitkan

||

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, saat kegiatan penutupan pelatihan kepemimpinan pengawas (PKP).
Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, saat kegiatan penutupan pelatihan kepemimpinan pengawas (PKP).

Memontum Lumajang – Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, berharap ASN di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Lumajang, mampu meningkatkan kapasitas untuk menghadapi tantangan ke depan. Hal itu disampaikan bupati, saat kegiatan ‘Penutupan pelatihan kepemimpinan pengawas (PKP) Angkatan II Pola Kemitraan BPSDM Provinsi Jawa Timur’ di Aula BKD Kabupaten Lumajang, Selasa (10/11) tadi.

Bupati menilai, persoalan yang muncul setiap hari semakin beragam. Sehingga, perlu adanya kompetensi lebih untuk menyelesaikan setiap persoalan.

“Tantangan hari ini, tidak sama dengan tahun ke depan. Pilihannya, tidak boleh tidak kita harus ikut arus percepatan perubahan. The winner is the one who run extra miles, (pemenang adalah dia yang berlari lebih jauh, -red),” kata Cak Thoriq-sapaan Bupati Lumajang.

Untuk memperoleh kapasitas yang diharapkan, Bupati meminta agar semua ASN melakukan penyesuaian dengan perubahan jaman. Caranya, dengan meningkatkan kapasitas.

Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur, Sucipto, dalam kesempatan itu mengucapkan selamat atas dilaksanakannya kegiatan pelatihan kepemimpinan pengawas.

Dirinya berharap, setelah dilakukan kegiatan pelatihan selama delapan bulan dan delapan hari, ada hasil yang diperoleh untuk perubahan pelayanan di masing-masing instansi.

“Ini tonggak awal untuk kita merubah. Tinggal kita mau untuk belajar dan ada komitmen untuk berubah atau tidak,” ujarnya.

Ditambahkan Sucipto, dari pelatihan tersebut nantinya akan ada evaluasi terkait learning product. Hal itu, bertujuan untuk memastikan komitmen aksi perubahan jangka menengah dan jangka panjang. (adi/sit)

Pemerintahan

Sambut Nataru, Pemkot Batu Siapkan Pemecahan Titik Kerumunan

Diterbitkan

||

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, saat menghadiri acara silaturahmi bersama pengurus dan anggota PHRI Kota Batu.
Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, saat menghadiri acara silaturahmi bersama pengurus dan anggota PHRI Kota Batu.

Memontum Kota Batu – Menyambut Natal dan tahun baru (Nataru), Pemerintah Kota Batu, berencana akan memecah titik kerumunan wisatawan.

Langkah ini dilakukan, guna menghindari hal yang tidak diinginkan selama masa pandemi Covid-19, khususnya pada sektor wisata.

Rencananya, Pemkot Kota Batu akan membuat pasar malam di sepanjang Jalan Panglima Sudirman. Mengenai perencanaan itu, disampaikan langsung Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, saat menghadiri acara silaturahmi bersama pengurus dan anggota PHRI Kota Batu di salah satu hotel di Kota Batu, Jum’at (4/12) tadi.

“Pastinya menjelang Natal dan akhir tahun, akan banyak yang berkunjung ke Kota Batu. Kami tetap akan mengizinkan hotel-hotel di Kota Batu, untuk menggelar acara dengan terkontrol dari sisi jumlah atau waktu,” kata Dewanti.

Ditambahkan, acara di hotel-hotel tetap diperbolehkan, namun sesuai dengan protokol kesehatan. Dengan langkah itu, diharapkan wisatawan tidak berkumpul di satu titik keramaian, seperti Alun-alun Kota Batu.

Ketua PHRI Kota Batu, Sujud Hariadi, mendukung dengan rencana pemecahan keramaian. Apalagi, seperti hotel akan membuat acara di hotel, tetapi tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Mengenai potensi okupansi selama Nataru, disampaikan Sujud, pasti akan mengalami penurunan di banding tahun sebelumnya.

“Potensi okupansi diprediksi akan menurun. Tapi, sampai 50 persen. Apalagi, ada pemangkasan hari libur nasional dan cuti bersama. Selain itu, juga daya beli yang menurun serta pandemi yang masih belum berakhir,” ujarnya. (cw2/sit)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Lapas Kelas I Malang Gelar Yudisium Santri

Diterbitkan

||

Pelaksanaan yudisium angkatan kedelapan santri yang merupakan binaan Lapas Kelas I Malang.
Pelaksanaan yudisium angkatan kedelapan santri yang merupakan warga binaan Lapas Kelas I Malang.

Diharapkan bisa menjadi bekal santri

Memontum Malang – Lapas Kelas I Malang memberikan wadah bagi para warga binaan yang ingin berfokus dan mendalami agama, khususnya agama Islam.

Hal itu, terlihat dari adanya yudisium angkatan kedelapan Santri Lapas Kelas I yang dibina oleh Lapas kelas I Malang.

“Di acara ini kita juga adakan yudisium bagi Santri Lapas Kelas I Malang. Pelaksanaan ini, sebenarnya sudah kita lakukan sejak lama dan sekarang sudah di angkatan ke delapan,” ujar Kalapas, Anak Agung Gede Krisna, diserangkaian pelaksanaan launching Aplikasi SAE L’SIMA, Jumat (4/12) siang.

Kalapas juga menjelaskan, setiap tahun pihaknya memang mengadakan yudisium kepada santri binaan. Bahkan, juga ada blok tersendiri untuk penempatan para santri Lapas Kelas I Malang.

“Setiap tahun kita ada yudisium. Mereka ini kita tempatkan di blok berbeda untuk para santri Lapas Kelas I Malang. Tujuannya, agar bisa lebih fokus,” ungkapnya.

Penempatan blok tersendiri tersebut, tambahnya, ditujukan bagi para warga binaan yang memang benar-benar ingin belajar agama dan mendalami Al-Qur’an.

“Kita memberikan wadah ini, memang untuk warga binaan yang benar-benar ingin belajar agama dan Al-Qur’an. Sehingga, kedepan nanti bisa menjadi bekal mereka dan saat keluar bisa menjadi ustadz,” paparnya.

Sebagai informasi, dalam rangkaian kegiatan kedatangan Sekjen Kemenkum HAM, Bambang Rantam Sariwanto ke SAE L’SIMA, juga ada pemberian penghargaan untuk para yudisium santri Lapas Kelas I Malang sebanyak 57 santri. (riz/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Terpopuler