Connect with us

Politik

Dari Lomba Foto Selfi hingga Flash Mob

Diterbitkan

||

Komisioner KPU Kabupaten Trenggalek, Nurani Soyomukti saat dikonfirmasi usai Rapat Koordinasi (Rakor) di Hall Hotel Jaas.
Komisioner KPU Kabupaten Trenggalek, Nurani Soyomukti saat dikonfirmasi usai Rapat Koordinasi (Rakor) di Hall Hotel Jaas.

Cara KPU Trenggalek Ajak Pemilih Pemula Jelang Pilkada Serentak 2020

Memontum Trenggalek – Menjelang Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek tahun 2020, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Trenggalek aktif mengajak pemilih pemula untuk ikut andil menyuarakan pilihannya pada 9 Desember mendatang.

Komisioner KPU Kabupaten Trenggalek, Nurani Soyomukti mengungkapkan beberapa kiat – kiat dalam rangka menggandeng pemilih pemula menjelang pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2020.

“Berbicara tentang pemilih pemula itu bisa didapat dari Data Penduduk Potensial Pemilu Pemilih (DP4). Jadi DP4 yang diserahkan dari Kementerian Dalam Negeri kepada KPU RI, kemudian diteruskan ke KPU Kabupaten Trenggalek jumlahnya ada 16.578,” ungkap Nurani saat dikonfirmasi usai Rapat Koordinasi (Rakor) di Hall Hotel Jaas, Rabu (11/11/2020) siang.

Dijelaskan Nurani, jumlah tersebut terdiri dari elemen – elemen pemilih pemula, termasuk yang terakhir sudah diserahkan Kemendagri ke KPU RI melalui live streaming. Setelah DP4 ini dilakukan pencocokan dan penelitian (coklit), sampai saat ini belum diketahui jumlahnya.

“Akan tetapi yang jelas sesuai form hasil coklit menyebutkan bahwa tidak adanya kolom pemilih pemula. Karena pemilih pemula itu sebenarnya sesuai pengertiannya yang juga ada dalam Peraturan KPU nomor 19 tahun 2019 ada 2 kategori. Yang pertama yakni pemilih yang baru memilih setelah berusia 17 tahun, yang kedua adalah pemilih pensiun TNI/Polri,” jelasnya.

Hal itu dimungkinkan, jika seseorang belum pernah mencoblos tetapi sudah menjadi anggota TNI/Polri. Begitu jabatan itu sudah selesai, seseorang itu memiliki hak pilih. Dan ini bisa dikategorikan pemilih pemula.

Karena tidak adanya kolom pemilih pemula, saat coklit berlangsung justru yang muncul adalah pemilih disabilitas dengan jumlah 1.382 dan tersebar di 14 kecamatan di Kabupaten Trenggalek.

“Pemilih Disabilitas ini terdiri dari tuna rungu, tuna grahita dan tuna netra. Untuk fasilitasi saat memilih nanti, bagi tuna netra akan disediakan template seperti huruf braille agar bisa dibaca. Lalu bagi yang menderita kelumpuhan, akan ada pendamping pemilih yang difasilitasi oleh TPS masing-masing,” kata Nurani.

Dalam rangka meningkatkan partisipasi pemilih pemula, KPU Trenggalek sudah mendesain kegiatan – kegiatan yang sudah dilakukan, seperti lomba literasi demokrasi. Lomba ini diikuti oleh pemuda – pemudi yang baru menginjak usia 17 tahun sampai 30 tahun.

“Kami juga menginisiasi lomba selfie di TPS untuk para generasi milenial, yang berhadiah total Rp 15 juta. Jadi setelah menggunakan hal pilihnya di TPS, temen – temen bisa menunjukkan bukti pencoblosan (jari yang diberi tinta) dan berselfie di TPSnya masing-masing. Lalu di-share (sebar) dan di-tag ke media sosial milik KPU Trenggalek,” imbuhnya.

Tak hanya itu, KPU juga mendesain lomba flash mob (menari) menggunakan jingle Pemilu dengan peserta di tingkat SMA dan Mahasiswa.

“Mudah-mudahan dengan kegiatan – kegiatan yang diinisiasi KPU Trenggalek ini bisa mendorong para kawula muda khususnya pemilih pemula untuk berpartisipasi aktif dalam mensukseskan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek tahun 2020 yang akan dilaksanakan serentak 9 Desember mendatang,” pungkas Nurani. (mil/syn)