Connect with us

Politik

Partai Nasdem Fokus Kembangkan Ekonomi Kreatif

Diterbitkan

||

Tasyakuran Harlah Partai Nasdem yang digelar DPD Nasdem Kota Batu.
Tasyakuran Harlah Partai Nasdem yang digelar DPD Nasdem Kota Batu.

Memontum Kota Batu – Partai Nasional Demokrat (Nasdem) yang lahir pada tanggal 11 November 2011, tahun ini genap berusia 9 tahun. Partai yang menggelorakan semangat restorasi ini, tadi mengadakan peringatan Harlah secara nasional, namun tetap dengan protokol kesehatan dan dilakukan secara virtual dengan daerah.

Tidak terkecuali, seperti yang dilakukan DPD Nasdem Kota Batu beserta jajaran pengurus sampai organ sayap yang ada. Yakni, menggelar tasyakuran sederhana yaitu potong tumpeng.

Kegiatan yang dilaksanakan di sanggar seni milik Sujono Djonet di Dusun Pagergunung, Desa Gunungsari Kecamatan Bumiaji, Rabu (11/11), berjalan cukup sederhana. Di Harlah ke-9 itu, DPD Nasdem Kota Batu, tetap fokus pada penguatan UMKM dan ekonomi kreatif.

Ketua DPD Nasdem Kota Batu, Sujono Djonet, mengatakan bahwa Partai Nasdem bergerak berdasarkan skala prioritas serta mengedepankan potensi di masing-masing daerah. Skala prioritas potensi daerah menjadi basis penguatan, seperti semangat yang diusung di tatanan nasional yakni Restorasi Indonesia. Restorasi Indonesia sendiri, mencakup empat pola yakni memperbaiki, mengembalikan, memulihkan serta mencerahkan.

Ditambahkan Ketua DPD yang sekaligus Ketua Fraksi Nasdem DPRD Kota Batu, itu mengatakan bahwa Kota Batu didominasi dua sektor, yakni pertanian dan pariwisata. Sektor pariwisata, tidak lepas dari ekonomi kerakyatan yang digerakkan melalui UMKM dan ekonomi kreatif.

Melalui penguatan kelembagaan UMKM dan ekonomi kreatif inilah, yang ingin difokuskan Partai Nasdem di Kota Batu. Terlebih di masa pandemi ini, perlu dukungan konkrit untuk menguatkan UMKM maupun ekonomi kreatif.

“Kami berbuat berdasarkan kemampuan personal maupun struktur. Baik lewat partai ataupun melalui jalur legislatif untuk penguatan UMKM dan ekonomi kreatif,” ujar Djonet.

Menurutnya, penguatan ekonomi kerakyatan juga bisa dilakukan bersamaan dengan pengembangan desa wisata. Sehingga, bisa mengangkat potensi daerah. Sementara salah satunya yang dilakukan, yakni melakukan pendampingan dari sisi kelembagaan usaha pariwisata Pine Park di Songgoriti serta Pinarak Negeri Lampion (PNL) di Desa Gunungsari.

“PNL ini sebuah gagasan yang menggerakkan usaha di satu dusun yang mengangkat potensi Desa Gunungsari, dengan model kelompok usaha bersama (KUB). Dengan begitu, sesama warga ada rasa saling memiliki serta dampaknya bisa dirasakan bersama,” terangnya. (bir/sit)