Connect with us

Kota Batu

Ekskavasi Situs (Desa) Pendem Kembali Dilanjutkan

Diterbitkan

||

Proses Ekskavasi situs Pendem dengan melibatkan empat orang dari BPCB Trowulan dan empat orang dari Disparta.
Proses Ekskavasi situs Pendem dengan melibatkan empat orang dari BPCB Trowulan dan empat orang dari Disparta.

Memontum Kota Batu – Penggalian situs Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, yang sempat berhenti karena keterbatasan biaya serta adanya Covid-19, akhirnya mulai dilanjutkan. Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu melalui PAPBD 2020, menggelontorkan anggaran sekitar Rp 150 juta, untuk meneruskan pengungkapan ‘cerita’ penemuan situs Pendem. Bahkan, sejak Selasa (10/11) aktifitas sudah mulai dilanjutkan.

“Penggalian nanti rencananya sampai 18 November. Kami menurunkan delapan orang dengan rincian empat orang dari BPCB Trowulan dan empat orang dari Disparta,” ungkap Arkeolog BPCB Trowulan, Wicaksono Dwi Nugraha, Rabu (11/11) siang.

Ditambahkannya, dalam ekskavasi yang telah dilakukan, saat ini sudah menemukan koin berdiameter satu centimeter yang terpatinasi setelah sebelumnya candi berukuran 7,5 meter x 7,5 meter dan terdapat sumuran berukuran 2,1 meter x 2,1 meter di tengahnya.

Lebih lanjut Dwi-sapaannya menerangkan, targetnya membuka singkapan lebih luas hingga diketahui bentuk secara lebih utuh. Dirinya juga menekankan, penggalian akan dilanjutkan ke arah timur, karena diperkirakan sebagai arah hadap candi.

“Penggalian ini dilakukan untuk menemukan bangunan pendukung lainnya. Biasanya, di sekitar candi induk terdapat candi perwara atau candi pelengkap,” imbuhnya.

Dwi juga menerangkan, situs Candi Pendem diperkirakan memiliki kaitan erat dengan Prasasti Sanguran di masa Mpu Sindok sebagai Raja pertama Medang Kamulan pada tahun 929 Masehi. Beberapa prasasti itu, kini berpindah ke Skotlandia. Konon, prasasti ini berada di Ngandat yang kini menjadi nama sebuah dusun di Desa Mojorejo. Atau, berjarak satu kilometer dari lokasi penemuan situs Pendem.

“Dalam catatan Verbeek, prasasti itu menuliskan tanah siman sebagai tempat pendharmaan bagi I Sang Hyang Prasada Kabhaktyan ing Sima Kajurugusalyan i Mananjung. Nanti akan kita ketahui lebih lanjut kedepannya, setelah penelitan dan eskavasi ini rampung,” tandasnya. (bir/sit)