Connect with us

SEKITAR KITA

Lomba Cipta Tari Kreasi Bolinggoan

Diterbitkan

||

Lomba Cipta Tari Kreasi Bolinggoan
Lomba Cipta Tari Kreasi Bolinggoan

Gali potensi kreatifitas anak muda Probolinggo

Memontum Probolinggo – Tari kreasi merupakan salah satu bidang lomba untuk siswa SD (sekolah dasar) dalam Festival Malam Final Lomba Cipta Tari Kreasi Bolinggoan. Tari kreasi ini, merupakan tarian yang dikembangkan dari tradisi daerah di Indonesia, yang dikembangkan secara inovatif.

Dalam menampilkan tari kreasi, dibutuhkan kombinasi kecerdasan. Antara lain, kecerdasan tubuh, kecerdasan memahami gagasan koreografer, kecerdasan menyampaikan gagasan, kecerdasan emosi, dan kecerdasan menghafal gerakan.

Tari kreasi, dibawakan lebih dari dua penari. Bisa sejenis (dua orang perempuan atau dua orang laki-laki), atau berpasangan. Tantangan dalam tari ini, adalah bagaimana menggarap tarian tersebut secara inovatif sesuai dengan tema lomba.

Para seniman di Kota Probolinggo, terus berinovasi untuk berkarya walaupun di tengah pandemi covid 19. Di atas pentas, terlihat lemah gemulai tiga penari naik ke pentas dengan membawakan tarian kreasi Minion Jaran Bhodak diiringi gerakan yang rancak.

Lomba Cipta Tari Kreasi Bolinggoan - Gali potensi kreatifitas anak muda Probolinggo

Penampilan tarian itu, merupakan salah satu dari delapan finalis Lomba Cipta Tari Kreasi Bolinggoan. Sebuah event, yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo dan Dewan Kesenian setempat. Salah satu bentuk pembinaan Pemkot Probolinggo, terhadap seniman.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo, M.Maskur melalui Kabid Kebudayaan, Sardi, mengatakan bahwa mereka yang tampil adalah anak-anak muda yang mempunyai kreatifitas. Tetap berlatih meskipun dalam masa pandemi.

“Proses kreasi itu, harus kita hargai dan apresiasi,” kata Sardi, Sabtu (14/11) tadi.

Adapun delapan finalis yang tampil, berasal dari tiga sanggar, yakni Bina Tari Bayu Kencana, Panji Laras dan Padepokan 22. Hasil seleksi akhir dari 19 peserta, yang dimulai sejak 28 Oktober hingga 9 November.

Mereka membawakan tarian dengan judul Minion Jaran Bodhag dan Jebing Majengan. Kemudian l, Jaran Bodhag Karepan, Dara Getak, dan Susup. Serta, Kipas Bayuangga, Sekar Arum dan Larung Sesaji.

Sardi menambahkan, para peserta merupakan anak-anak muda yang sangat luar biasa. Mereka menari dengan penuh semangat, enerjik dan tampak kecerdasannya.

“Semua tampil dengan baik. Hasilnya luar biasa, dengan dukungan sekolah, guru, maupun pemerintah daerah. Tari-tarian ini, merupakan kreasi yang menggambarkan kehidupan masyarakat Kota Probolinggo. Memadukan kekayaan alam dan budaya Pandalungan atau perpaduan Jawa-Madura,” imbuhnya.

Dalam lomba final tari kreasi Bolinggoan itu, keluar sebagai Juara Pertama adalah tarian Jaran Bodhag Minion (koreografer Yeyen Wulan R.), Juara Kedua diraih Jebing Majengan (koreografer Tabah Luh Penatas) dan Juara Ketiga diraih Dara Getak (koreografer Eksa Hertin Probowati).

Dalam kesempatan itu, Dara Getak juga menyabet juara favorit pilihan panitia. Untuk harapan pertama hingga kelima, masing-masing  Susup, Kipas Bayuangga, Larung Sesaji, Sekar Arum dan Minion Jaran Bodhag. (adv/geo/sit)