Connect with us

Politik

Mas Ipin Sebut Ternak Sapi dengan Kandang Komunal Layak Jadi Prototipe

Diterbitkan

||

KUNJUNGI KANDANG: Mas Ipin saat mendatangi kandang komunal kelompok Mandiri Jati Bersemi di Desa Jati Kecamatan Karangan.
KUNJUNGI KANDANG: Mas Ipin saat mendatangi kandang komunal kelompok Mandiri Jati Bersemi di Desa Jati Kecamatan Karangan.

Memontum Trenggalek – Mendatangi peternakan sapi yang ada di Desa Jati Kecamatan Karangan, Calon Bupati Trenggalek nomor urut 2 Mochamad Nur Arifin sebut sistem peternakan sapi yang dikelola kelompok Mandiri Jati Bersemi layak dijadikan acuan (model) demonstrasi (Prototipe) bagi peternak lain.

Sistem peternakan sapi program salah satu bank plat merah ini menerapkan kandang komunal yang dikelola oleh kelompok, sehingga memudahkan proses perawatannya.

“Hari ini saya berkesempatan mengunjungi kandang peternakan sapi di Desa Jati Kecamatan Karangan, dimana peternakan sapi disini dirawat oleh kelompok Mandiri Jati Bersemi. Ada puluhan sapi potong yang dirawat dalam satu kandang komunal. Dan ini tentu akan mempermudah perawatan sapi-sapinya,” ungkap Mas Ipin sapaan akrabnya saat dikonfirmasi Selasa (17/11/2020) sore.

Dikatakan Bupati Trenggalek non aktif ini, dengan menerapkan sistem kandang komunal, selain mempermudah perawatan ternak juga dinilai lebih efektif pemasarannya ketimbang harus merawat sapi-sapi tersebut sendiri (red : dirumah peternak masing – masing).

“Disini, peternakan sapi potongnga bisa berjalan maksimal karena berkolaborasi dengan berbagai pihak. Baik warga, pemerintah maupun pihak swasta,” imbuhnya.

Mas Ipin bersama kelompok ternak Mandiri Jati Bersemi yang ada di Desa Jati, Kecamatan Karangan.

Mas Ipin bersama kelompok ternak Mandiri Jati Bersemi yang ada di Desa Jati, Kecamatan Karangan.

Masih terang suami Novita Hardini ini, untuk pihak swasta itu sendiri tak lain adalah dana dari Lembaga Amil Zakat yang digunakan untuk pemberdayaan.

“Sedangkan untuk pemerintah bertugas untuk memastikan sapi potong yang diternakkan bisa terserap pasar. Yaitu dengan cara menghubungkan kelompok peternakan dengan Rumah Potong Hewan (RPH) yang sudah ada,” kata Mas Ipin.

Berkaca dari keberhasilan sistem peternakan hasil kolaborasi kelompok Mandiri Jati Bersemi yang menerapkan pola pendampingan dari pihak swasta dan pemerintah ini, Mas Ipin menilai jika sistem ini bisa dijadikan prototipe bagi peternak lain yang ada di Kabupaten Trenggalek.

“Dengan begitu, hasil ternak sapi di Kabupaten Trenggalek bisa maksimal,” tegasnya.

Disinggung terkait lokasi sentra peternakan sapi, Mas Ipin menyebut ada beberapa desa sentra peternakan sapi yang ada di Trenggalek. Namun sebagian besar masih bekerja secara individu, salah satunya di Kecamatan Bendungan.

“Kalau di Kecamatan Bendungan itu sebagian peternak sapi masih bekerja individu (sendiri – sendiri). Sedangkan yang sudah menerapkan sistem peternakan komunal baru kelompok ternak Mandiri Jati Bersemi yang ada di Desa Jati Kecamatan Karangan ini,” tutur Mas Ipin.

Dengan menggunakan sistem pendampingan dari pihak swasta dan pemerintah ini dinilai layak untuk dijadikan contoh bagi peternak lain. Sehingga bisa menciptakan dan menerapkan sistem peternakan yang paripurna, yang tidak hanya parsial di rumah – rumah melainkan dengan kandang komunal.

“Saya rasa dengan peternakan kandang komunal ini bisa mempermudah pendampingan dan pengecekan kualitas ternak. Serta bisa meminimalisir terjadinya Human Error,” pungkasnya. (mil/syn)