Connect with us

SEKITAR KITA

Dishub Kabupaten Malang Rencanakan Pasang ATCS di 2021

Diterbitkan

||

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Malang, Hafi Lutfi.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Malang, Hafi Lutfi.

Memontum Malang – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang, merencanakan pembangunan Area Traffic Control System (ATCS) di tahun 2021. Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Malang, Hafi Lutfi, kebutuhan ATCS menjadi kebutuhan mendesak, guna memonitor tingkat kemacetan wilayah Kabupaten Malang.

“Bagi saya, yang paling mendesak adalah membuat ATCS untuk memantau tingkat kemacetan di Kabupaten Malang,” ujar Hafi, Kamis (19/11) tadi.

Keinginan ini, tambah Hafi, bertujuan agar dapat sama-sama memantau kepadatan arus. Kota Malang, Kota Batu dan Kabupaten Malang, harus juga memilikinya.

Kota Malang kan sudah, Batu juga sudah, kalau Kabupaten tidak punya, kan tidak nyambung. Semisal dari Batu, menyampaikan situasi lalu lintas dari Batu menuju Karangploso terpantau macet, terus kalau kita (Kabupaten Malang) tidak tahu, kan aneh nanti,” jelasnya.

Pihak Dishub Kabupaten Malang, tambah Hafi, sebenarnya sudah memiliki ruang untuk pemantauan jika ATCS sudah mulai terpasang. Sementara pihaknya, telah mengajukan ini sejak 2019 lalu.

“Kita ruangan sudah punya. Kita sudah ajukan di 2019, namun belum terealisasi. Di tahun 2021 nanti, akan kita prioritaskan,” tambahnya.

Dirinya menyebutkan, jika kabupaten sudah memiliki ATCS, maka akan berpengaruh besar bagi masyarakat dan wilayah Malang Raya.

“Kalau kita sama-sama mantau kan enak. Ini bisa diintegrasikan seluruh Malang Raya. Apalagi Kabupaten Malang sendiri menjadi pusat perlintasan luar Malang,” tambahnya.

Pihak Dishub sendiri, sudah menyiapkan rancangan beberapa titik yang akan dipasang untuk memantu pusat lalu lintas di Kabupaten Malang. “Kita rencanakan 5 titik, di Exit Tol Lawang, Exit Tol Pakis, Jalibar, Dampit dan Gondanglegi,” tambahnya.

Saat ditanya terkait anggaran, Hafi belum bisa memastikan, karena masih dihitung secara keseluruhan anggaran dan peralatan oleh pihaknya.

“Kalau pastinya belum tahu, karena kita masih menghitung. Mungkin sekitar Rp 6 milyar, itu sudah termasuk sistem IT dan monitor pengawasnya. Karena kita sudah punya ruangan. Jadi, semoga tahun depan ini bisa berjalan karena info tersebut memang sangat dibutuhkan sekali,” tutupnya. (riz/sit)