Connect with us

Politik

Novita Hardini Apresiasi Kreatifitas Penyandang Disabilitas di Trenggalek

Diterbitkan

||

Novita Hardini Mochamad Arifin saat mengunjungi kampung inklusi Gunung Kebo.
Novita Hardini Mochamad Arifin saat mengunjungi kampung inklusi Gunung Kebo.

Dorong Produksi Batik Ciprat Lebih Dikembangkan

Memontum Trenggalek – Mendatangi kampung inklusi Gunung Kebo Desa Sambirejo Kecamatan Trenggalek, istri Calon Bupati Trenggalek nomor urut 2, Novita Hardini dorong pengembangan batik ciprat oleh penyandang disabilitas. Tak heran kalau akhirnya Novita sangat mengapresiasi kreatifitas para penyandang disabilitas yang ada di Kabupaten Trenggalek.

“Ini mungkin bisa menjadi peluang jika mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, terutama Pemerintah Daerah. Jadi kami akan mendorong bagaimana produksi batik ciprat ini bisa lebih berkembang,” ungkap Novita saat dikonfirmasi, Kamis (19/11/2020) sore.

Kunjungannya di kampung inklusi ini berawal dari rasa penasaran Ketua TP PKK Trenggalek non aktif terhadap proses produksi batik ciprat, utamanya yang membuat adalah para penyandang disabilitas.

“Awalnya saya merasa penasaran akan pembuatan batik ciprat bagi mereka yang berkebutuhan khusus yang ada di kawasan inklusi Gunung Kebo ini. Dan tadi saya juga berkesempatan untuk mencoba langsung membuat batik ciprat dengan alat khusus yang namanya canting,” jelasnya.

Tak hanya itu, Novita Hardiny juga mampu menyelesaikan pembuatan batik cipratnya itu hingga proses pewarnaan. Pihaknya juga mengapresiasi semangat para penyandang disabilitas, dengan kekurangan yang dimiliki.

“Yang jelas saya sangat mengapresiasi mereka, karena mereka mampu menghasilkan sebuah karya yaitu batik ciprat yang bisa dikatakan luar biasa,” kata Novita.

Pihaknya juga akan mendorong agar produksi batik ciprat ini bisa berkembang dan terkenal baik di kancah nasional maupun internasional. Untuk proses pemasarannya, Pemerintah Daerah juga akan memfasilitasi dengan mengenalkan produk tersebut salah satunya melalui Galeri Gemilang.

“Dan ini membuktikan, meski orang – orang yang disini bisa dikatakan tidak seperti orang normal pada umumnya, akan tetapi dengan kreatifitas yang dimiliki tentu mereka bisa menjadi setara dengan di lingkungan masyarakat,” pungkasnya.

Seperti yang diketahui, batik ciprat merupakan batik yang dibuat dengan cara mencipratkan malam di atas kain jenis mori (putih). Langkah selanjutnya, kain mori diberi pewarna (pewarnaan) sehingga akan menghasilkan motif yang abstrak dan berbeda di setiap kainnya.

Produksi batik ciprat ini juga diketahui sebagai salah satu media pemberdayaan terhadap orang-orang berkebutuhan khusus seperti penyandang disabilitas maupun Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) ringan. (mil/syn)