Connect with us

Kota Batu

1100 Personel Gabungan Disiagakan Antisipasi Badai La Nina

Diterbitkan

||

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko saat diwawancarai usai mengikuti apel darurat bencana.
Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko saat diwawancarai usai mengikuti apel darurat bencana.

Wujud Kesiapan Pemkot Batu

Memontum Kota Batu – Badai La Nina yang diprediksi juga akan berdampak atau berpotensi terjadi di Kota Batu, membuat pemerintah daerah melakukan antisipasi. Merespon kemungkinan itu, Pemkot Batu menyiagakan 1100 personel gabungan, yang terdiri dari ormas dan aparatur. Hal ini, merupakan upaya untuk menekan terjadinya korban jiwa, mengingat puncak musim penghujan akan di mulai sejak Desember nanti.

“Puncak musim penghujan seharusnya di Januari sampai Februari. Namun, kemungkinan akan maju pada Desember ini karena Badai La Nina,” kata Kepala BPBD Kota Batu, Agung Sedayu, pada Jumat (20/11) pagi.

Ditambahkannya, potensi terbesar dampak dari Badai La Nina di Kota Batu, merupakan bencana longsor. Itu karena, Kota Batu merupakan dataran tinggi dan memiliki kontur tanah yang miring.

“Desa dan kelurahan yang siaga bencana di Kota Batu, saat ini terdapat di 15 desa dan kelurahan dari total 24 desa dan kelurahan. Artinya, ada 9 desa dan kelurahan, yang aman dari status itu. Meski demikian, BPBD juga membentuk FPRB (Forum Pengurangan Resiko Bencana) yang setiap forumnya, memiliki anggota 30 personel relawan,” ujarnya.

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, dalam apel siaga bencana menekankan langkah preventif untuk menghadapi musim penghujan. Hal ini, dikarenakan sekitar 23,6 persen lahan di Kota Batu, berada dalam ancaman longsor.

“Jadi selain siaga untuk menangani kebencanaan, personel gabungan juga akan melakukan edukasi agar dampak kebencanaan bisa ditekan,” papar orang nomor satu di Pemerintah Kota Batu itu. (bir/sit)