Connect with us

Kabar Desa

Kecamatan Karlos Siapkan Pengembangan Potensi Wisata Desa

Diterbitkan

||

Lahan yang nantinya bisa dioptimalkan sebagai pengembangan potensi wisata desa.
Lahan yang nantinya bisa dioptimalkan sebagai pengembangan potensi wisata desa.

Memontum Malang – Pemerintah Kecamatan Karangploso (Karlos), Kabupaten Malang, sudah menyiapkan tempat atau lahan yang nantinya bisa dioptimalkan sebagai pengembangan potensi wisata desa.

Pengembangan tersebut, bertujuan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) pada dua desa di kecamatan itu, yakni Desa Ngijo dan Desa Ampeldento.

Camat Karangploso, Indra Gunawan, menyebutkan bahwa untuk pengembangan desa wisata, dirinya telah mempersiapkan lahan seluas 3 hektar. Tanah itu, berstatus tanah kas desa (TKD) untuk bisa dikembangkan langsung menjadi wisata edukasi pada bidang pertanian dan wisata oksigen.

“Untuk sementara, sekarang ini masih ada bangunan NK Cafe. Ke depan, akan kita sediakan fasilitas wisata yang lain seperti kendaraan yang bisa terbang, jogging track dan lapangan bola mini soccer,” kata Indra, Minggu (22/11).

Untuk area jogging track, lanjut Indra, akan mengajak Desa Ngijo, supaya bisa menyediakan lahan TKD nya yang bersebelahan langsung dengan area NK Cafe. Tujuannya, agar bisa digunakan sebagai area olahraga.

“Kita sudah koordinasikan, pihak Desa Ngijo sudah siap. Bahkan, ke depan nanti bakal ada wisata yang bisa memacu adrenalin seperti arum jeram, rafting, river tubing hingga rock climbing,” tambahnya.

Untuk saat ini, Indra menjelaskan, baru ada lima desa dari sembilan desa yang mengembangkan potensinya. Yakni, Desa Ampeldento, Ngijo, Girimulyo, Donowarih dan Desa Tawangargo yang saat ini dalam proses perizinan di Pemkab Malang.

“Sekarang baru ada lima yang bisa mengembangkan potensinya. Untuk empat lainnya, masih dalam proses menciptakan desa wisata. Jika semua bisa menjadi desa wisata, maka secara keseluruhan atau sembilan desa melakukan pengembangan desa wisata. Harapannya, ini juga bisa meningkatkan ekonomi kreatif di setiap desa,” tutupnya. (riz/sit)