Connect with us

Kota Malang

Buka Rute Malang-Jakarta, PO Haryanto Terapkan Prokes

Diterbitkan

||

Direktur Operasional PO Haryanto Rian, saat mengimbau penumpang untuk tertib Protokol Kesehatan saat Launching rute Malang-Jakarta di Terminal Arjosari. (gie)
Direktur Operasional PO Haryanto Rian, saat mengimbau penumpang untuk tertib Protokol Kesehatan saat Launching rute Malang-Jakarta di Terminal Arjosari. (gie)

Memontum Kota Malang – Sebanyak empat Bus PO Haryanto jurasan Malang-Jakarta, Minggu (22/11/2020) pukul 13.30 WIB, mulai beroperasi di Terminal Arjosari, Kota Malang. Bus dengan rute awal Dampit dan Karangkates, Kabupaten Malang, lintas Terminal Arjoari menuju Jakarta ini, sangat peduli dengan Protokol Kesehatan (Prokes) di masa Pandemi Covid-19.

Terlihat saat launching bus jurusan Malang-Jakarta ini pihak PO Haryanto mengimbau para penumpang untuk selalu mematuhi protokol kesehatan terutama dalam pemakaian masker dalam perjalanan.

Rian Mahendra, Direktur Operasional PO Haryanto, mengatakan bahwa Bus Haryanto jurusan Malang-Jakarta mengutamakan Prokes. “Ini trayek baru dengan start Dampit dan Karangkates dengan lintasan Terminal Arjosari. Setiap harinya ada dua Bus Haryanto yang berangkat dari Malang Ke Jakarta dan dua bus lainnya berangkat dari Jakarta ke Malang. Kami berangkat pukul 13.30, setiap harinya di Terminal Arjosari. Kami selalu peduli dengan protokol kesehatan. Seperti tadi kami mengimbau agar para penumpang tetap disiplin Prokes terutama dalam pemakaian masker,” ujar Rian.

Pihaknya mengatakan bahwa perjalanan Malang-Jakarta bakal ditempuh selama 12 jam. “Kami berikan pelayanan yang baik agar penumpang merasa nyaman selama dalam perjalanan. Kami sediakan selimut, bantal, makanan ringan dan juga prasmanan. Dari Dampit ke Jakarta Rp 340 ribu, Panjen-Jakarta Rp 330 ribu dan dari Terminal Arjosari-Jakarta Rp 320 ribu,” ujar Rian.

Jurusan Malang-Jakarta adalah perluasan wilayah operasional PO Haryanto. “Selama ini dari kami belum ada rute Malang-Jakarta. Tahun 2003 kami hanya memiliki 5 unit armada. Saat ini kami memiliki 260 armada di Indonesia. Pemberangkatan 160 bus perhari, sisanya untuk wisata,” ujar Rian. (gie)