Connect with us

Kabupaten Malang

RAPBD 2021 Defisit, PAD Diprediksi Bisa Menutupi

Diterbitkan

||

Pembahasan RAPBD tahun 2021 yang digelar di Gedung DPRD Kabupaten Malang.
Pembahasan RAPBD tahun 2021 yang digelar di Gedung DPRD Kabupaten Malang.

Memontum Malang – Rapat Rencana Anggaran Pembelanjaan Daerah (RAPBD) tahun 2021, dilaksanakan di Gedung DPRD Kabupaten Malang, Minggu (22/11) tadi. Kepala Badan Perencanaan dan Pembangun Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Malang, Tomie Herawanto, mengatakan secara tegas, RAPBD 2021 akan mengalami defisit.

“RAPBD 2021 kita prediksi pendapatan sebesar Rp 3,7 trilliun dan belanja Rp 3,8 trilliun. Itu berarti, RAPBD akan mengalami defisit sebesar Rp 107,9 miliar,” ujar Tomie, Minggu (22/11).

Namun, tambahnya, dari perkembangan hingga saat ini akan ada penambahan pendapatan dari transfer sebesar Rp 149.431.600.000 dan penambahan tersebut akan digunakan untuk menutupi defisit RAPBD di tahun 2021.

“Dari penambahan tersebut, akan dianggarkan guna menutupi defisit kita. Sehingga, ada penambahan sekitar Rp. 222.517.492 serta dalam perjalanan ini masih belum bisa diprediksi SILPA yang akan berjalan berapa,” ungkapnya.

Penambahan jumlah tersebut, ujarnya, nanti akan dikaitkan dengan sumber dana baik di DPH maupun dana insentif. Serta, nantinya juga akan ada beberapa alokasi yang bersifat wajib dan nampak hingga hari ini hasilnya masih diperlukan tambahan anggaran sebesar Rp 14 miliar.

“Jadi, penyusunan anggaran DPRD Kabupaten Malang yang dibenarkan yakni pola defisit. Tentunya, tidak melampaui angka yang besar. Sehingga dapat tertutupi dengan penyerapan PAD yang bertambah sebesar Rp 10 miliar. Ini mencakup dana transfer dan dari analisis SILPA nya, masih ada cukup ruang,” tambahnya. (riz/sit)