Connect with us

SEKITAR KITA

KASN Menilai Kinerja ASN Pengaruhi Investor Masuk

Diterbitkan

||

Webinar dalam rangka memperingati HUT ke-1260 Kabupaten Malang.
Webinar dalam rangka memperingati HUT ke-1260 Kabupaten Malang.

Memontum Malang – Banyak investor luar negeri yang masih kurang memperhatikan Indonesia. Terlepas dari lirikannya, namun keputusan final malah berbelok berinvestasi ke luar negeri.

Hal tersebut, disampaikan langsung oleh Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Prof. Dr. Agus Pramusyino, MDA, saat menjadi pembicara di webinar dalam rangka memperingati HUT ke-1260 Kabupaten Malang yang bertemakan ‘Membangun Birokrat Tangguh dan Amanah di Masa Pandemi’, Senin (23/11) tadi.

“Banyak investor luar negeri yang hanya singgah ke Indonesia. Tetapi tidak menetap,” ujar Agus melalui Zoom.

Agus membeberkan, Aparatur Sipil Negara (ASN) di Indonesia, masih sangat angkuh ketika harus melayani masyarakatnya. Padahal seharusnya, sebagai abdi negara, ASN harus bisa memulai citozen oriented (orientasi bekerja) yang harus melayani masyarakatnya.

“Di Indonesia ini, mental penguasa harus dihilangkan. Sebagaimana pelayan publik, ya harusnya melayani masyarakat. Jika ada yang mengeluh, kita dengarkan dan jika ada yang mengapresiasi ya kita ucapkan terimakasih,” ungkapnya.

Agus juga membandingkan, kinerja ASN yang ada di Indonesia dengan ASN luar negeri seperti China dan Jepang.

“Dua negara itu banyak investor, karena kinerja ASNnya sangat baik. Bagaimana tidak, di China saja etos kerja ASN jika proyek dijadwalkan satu tahun kelar, malah bisa lebih cepat dari itu. Di Jepang pun, total waktu telat dalam kurun waktu satu tahun hanya 7 menit, kan hebat. Jika bisa sehebat itu dan se komitmen itu, pasti para investor melirik mereka karena melihat kinerjanya saja sangat luar biasa. Itulah yang harus dilakukan para ASN yang berada di Indonesia,” terangnya.

Sekedar diketahui, dalam webinar tersebut juga hadir sebagai pembicara yakni Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat dan juga Media Expert sekaligus Direktur Deazha, Dewi Yuhana. (riz/sit)