Connect with us

KREATIF MASYARAKAT

Kemenbudur Wadahi Pelaku Seni dari Lintas Genre

Diterbitkan

||

Salah satu personel SATCF, Oneding berharap agar masyarakat bisa melihat karya arek Malang yang sebenarnya bernilai tinggi.
Salah satu personel SATCF, Oneding mempunyai harapan agar masyarakat bisa melihat karya arek Malang yang sebenarnya bernilai tinggi.

Memontum Kota Malang – Kemajuan kreasi dan naluri liar anak muda Malang, sedang mengalami masa berapi-api. Beragam wadah dan seniman, muncul untuk unjuk gigi agar bisa dikenal masyarakat luas.

Kementerian Budaya Urban (Kemenbudur) pun hadir guna membawa nyawa spirit yang bisa membentuk sebuah ekosistem untuk menjadi wadah pertemuan para pelaku seni dari lintas genre. “Kita bergerak mulai 2018, ada tiga anggota salah satunya saya. Kami ini ingin membentuk sebuah kolektif senang-senang yang menyatukan segala genre yang ada,” ujar Oneding, Senin (22/11).

Neding-sapaan akrabnya, menyebutkan dalam kurun waktu dua tahun ini, Kemenbudur telah menghelat event yang lumayan besar. Seperti konser musik, workshop tie dye, pop up market dan bincang antar pelaku seni lintas genre.

“Satu yang berkesan buat saya, pas event musik Roman Urban tahun lalu. Itu pecah banget. Apalagi musik disko, ska dan koplo kita kolaborasikan dan membludak banget,” ungkapnya.

Salah satu personel SATCF ini juga menjelaskan, di Malang sendiri banyak sekali pelaku seni kreatif yang karyanya belum sempat di ekspos oleh masyarakat.

“Kemenbudur ini hadir untuk memberikan panggung kepada mereka (pelaku seni), agar masyarakat bisa melihat karya-karya para pemuda Malang yang sebenarnya sangat bernilai tinggi,” tambahnya.

Dirinya berharap agar Malang bisa kembali lagi menjadi trend ceter untuk masyarakat Indonesia dan para pelaku seni ini bisa bergerak bersama-sama tanpa memandang genre apapun.

“Kemenbudur ini bergerak bareng, bukan atasnama uang. Tapi kita ingin sesuatu yang ada di Malang bisa menjadi signature nya sendiri. Kamu bisa lihat acara ini dan Malang memilikinya,” tutupnya. (riz/sit)