Connect with us

Hukum & Kriminal

Mengaku dari Petugas BRI, Penipu Gondol Rp 100 Juta Milik Istri Polisi

Diterbitkan

||

Ayu bersama suaminya saat bertemu Memontum.com. (gie)
Ayu bersama suaminya saat bertemu Memontum.com. (gie)

Memontum Kota Malang – Tak pernah dibayangkan oleh Ayu Kartikasari (35) warga Jl Kelor, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, kalau bakal kehilangan uang Rp 100 juta miliknya, Minggu (22/11/2020) pukul 14.16 WIB. Padahal uang tersebut baru saja dipinjam dari Bank BRI untuk tambahan membeli rumah.

Hal itu terjadi setelah istri petugas kepolisian Lantas Polsek Kedungkandang ini mendapat telepon dari seorang laki-laki yang mengaku dari petugas BRI. Namun setelah menyebut kode BRI OTP (One Time Password ), Ayu mendapat notifikasi bahwa uang miliknya sudah tertransfer ke rekening orang lain hingga kerugian mencapai Rp 100 juta.

Kejadian ini sudah dilaporkan ke Polresta Malang Kota pada Senin (24/11/2020) pagi.

Menurut keterangan Ayu, bahwa siang itu tiba-tiba mendapat telepon dari orang tidak dikenal mengaku dari petugas BRI. “Pelaku mengaku dari petugas BRI. Si penelepon mengatakan kalau saya mendapat hadiah pulsa Rp 100 ribu,” ujar Ayu.

Selanjutnya pelaku mengatakan kalau Ayu akan mendapat kiriman pulsa Rp 100 ribu sebanyak 5 kali. “Pelaku meminta saya mengecek pulsa yang masuk. Setelah saya cek ternyata memang benar ada pulsa yang masuk Rp 100 ribu. Selanjutnya, pelaku mengatakan kalau saya akan mendapat kode OTP dari Briva BRI,” ujar Ayu.

Ternyata benar, tak lama kemudian Ayu mendapat SMS kode OTP BRI. “Pelaku meminta saya menyebutkan kode OTP tersebut. Saya kemudian menyebutkan kode itu. Namun saat akan menyebutkan kode ke empat, saya sadar kalau kode itu adalah kode rahasia. Saya bilang ke pelaku, kamu nipu saya ya. Palaku sempat berkelit, lalu mematikan teleponya,” ujar Ayu.

Dalam hitungan detik, Ayu mendapat notifikasi dari BRIVA BRI transfer ke rekening lain. “Ada notifikasi transfer ke rekening lain Rp 49 juta, selanjutnya notifikasi kedua transfer Rp 49 juta, ketiga Rp 1,9 juta dan ke empat Rp 1 juta. Saya kemudian ke ATM mengecek saldo, hanya tinggal Rp 6,5 juta. Selanjutnya saya minta blokir ke bank” ujar Ayu.

Ayu tidak habis pikir, bagaimana bisa pelaku mengetahui nama dan nomer teleponnya. “Ini sejak awal pelaku sudah tahu nama saya. Saat telepon pertama kali, pelaku langsung menyebut nama lengkap saya. Jadi disini jelas pelaku mengetahui no telepon dan nama saya. Anehnya lagi, hal ini terjadi setelah saya pinjam uang di bank. Seolah-olah pelaku nya tahu kalau saya punya uang dalam jumlah besar di tabungan,” ujar Ayu.

Kini dia hanya bisa berharap petugas kepolisian mengungkap kasus ini. “Semoga pelakunya berhasil ditangkap. Ini pembelajaran buat saya dan tidak terulang lagi di masyarakat. Saya mohon dengan sangat kepada bapak kepolisian agar pelakunya bisa ditangkap. Semoga kalau ada rejeki, uang saya bisa kembali,” ujar Ayu.

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu SH SIK membenarkan adanya laporan itu. “Kami masih melakukan penyelidikan,” ujar AKP Azi saat dihubungi oleh Memontum.com melalui ponselnya. (gie)