Connect with us

SEKITAR KITA

Tak Perlu Takut Berlibur, Prokes Tempat Wisata di Trenggalek Dioptimalkan

Diterbitkan

||

Penerapan protokol kesehatan di lokasi wisata Pantai Mutiara Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek.
Penerapan protokol kesehatan di lokasi wisata Pantai Mutiara Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek.

Memontum Trenggalek – Meski terjadi lonjakan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dalam beberapa hari terakhir, nyatanya tak berpengaruh terhadap sektor pariwisata di Kabupaten Trenggalek.

Ya, buat wisatawan baik lokal maupun luar kota, bisa datang ke daerah dengan sebutan Kota Keripik Tempe ini untuk menikmati wisata alam yang mempesona.

Tak perlu takut akan penularan Virus Corona atau Covid-19, Dinas Pariwisata Kabupaten Trenggalek sudah menerapkan protokol kesehatan di seluruh destinasi wisata yang ada secara ketat.

“Iya, itu benar. Kemarin memang sempat terjadi lonjakan pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Trenggalek. Karena sejak awal destinasi wisata, hotel, rumah makan itu mulai dibuka dengan ketentuan wajib menerapkan protokol kesehatan yang ada,” ucap Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek, Sunyoto saat dikonfirmasi, Selasa (24/11/2020) siang.

Dalam hal ini, Dinas Pariwisata juga memastikan belum ada kebijakan baru terkait dengan penutupan destinasi wisata.

“Yang jelas kita akan fokus meningkatkan penerapan protokol kesehatan di masing-masing destinasi wisata,” tegasnya.

Dikatakan Sunyoto, sepekan yang lalu Dinas Pariwisata telah mengeluarkan surat untuk diedarkan ke semua pengelola destinasi wisata. Hal ini dimaksudkan agar pengelola bisa benar-benar menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Untuk memastikan protokol kesehatan sudah diterapkan di masing-masing destinasi wisata, Dinas Pariwisata juga telah mengecek ke lapangan. Utamanya ke daerah-daerah yang angka penularan Covid-19 tinggi, seperti di Kecamatan Dongko dan Panggul.

“Kami juga sudah menerjunkan tim untuk meninjau langsung penerapan protokol kesehatan di tiap-tiap destinasi wisata. Khususnya daerah dengan penyebaran Covid-19 tinggi, seperti Kecamatan Dongko, Panggul dan Gandusari,” terang Sunyoto.

Pencegahan penularan Covid-19 dengan disiplin protokol kesehatan.

Pencegahan penularan Covid-19 dengan disiplin protokol kesehatan.

Pihaknya juga terus memberikan dorongan kepada para pengelola destinasi wisata di Kabupaten Trenggalek, untuk bersama-sama melakukan pencegahan penularan Covid-19 dengan disiplin protokol kesehatan.

Di waktu yang sama, destinasi-destinasi wisata yang dikelola dan yang sudah dibuka pasca penerapan New Normal bulan Juli kemarin, sebagian besar mendapatkan sertifikat.

“Sertifikat ini adalah sertifikat kelayakan pengelolaan destinasi wisata dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ada. Sertifikat ini diberikan secara langsung dari Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Trenggalek,” imbuhnya.

Sehingga, lanjut Sunyoto, hal ini bisa memacu sekaligus motivator bagi pengelola destinasi wisata yang ada di Kabupaten Trenggalek. Untuk tetap mengedepankan protokol kesehatan secara optimal di masing-masing destinasi wisata.

Sementara itu, salah satu pengelola destinasi wisata Pantai Mutiara dan Rumah Apung Rembeng Raya, Kacuk Wibisono mengungkapkan pasca dibuka kembali sejumlah tempat wisata di Trenggalek, pihaknya lebih fokus pada penerapan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

“Bagi pengunjung yang datang, kendaraan yang digunakan akan dilakukan penyemprotan desinfektan. Untuk orangnya dilakukan pengecekan suhu tubuh dan pemberian hand sanitizer setiap kali masuk ke Pantai Mutiara maupun ke rumah apung,” kata Kacuk sapaan akrabnya.

Selain itu, di lokasi tersebut juga disediakan sarana cuci tangan di beberapa titik. Hal ini dimaksudkan agar pengunjung benar – benar bisa menerapkan protokol kesehatan seperti yang dianjurkan.

“Kami juga selalu berkeliling untuk mengecek agar pengunjung agar tetap menjaga jarak satu dengan yang lainnya, serta melakukan patroli masker,” pungkasnya.

Perlu diingat, 14 destinasi wisata di Kabupaten Trenggalek yang kembali dibuka pasca penerapan New Normal bulan Juli diantaranya Putri Maron, Tebing Lingga, Durensari, Banyu Lumut, Bukit Tunggangan, Kampung Toga Lestari. Serta Pantai Mutiara, Pantai Cengkrong, Pantai Prigi, Pantai Karanggongso, Pantai Simbaronce, Pantai Pelang, Goa Lowo, Goa Ngerit, Hutan Kota. (adv/mil)