Connect with us

Pemerintahan

Pembangunan Infrastruktur SDA Tetap Menjadi Target DPU Pengairan Banyuwangi Tahun 2021

Diterbitkan

||

Sekretaris DPU Pengairan Banyuwangi, Riza Al Fahroby.
Sekretaris DPU Pengairan Banyuwangi, Riza Al Fahroby.

Memontum Banyuwangi – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pengairan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, di tahun 2021 nanti, tetap akan memprioritas pemenuhan infrastuktur sumber daya air (SDA).

Terutama, yang berkaitan dalam mendukung sektor pertanian atau swasembada pangan. Sebagaimana yang disampaikan Sekretaris DPU Pengairan Banyuwangi, Riza Al Fahroby, saat ditemui kantornya.

“Cuman, kita mau memberikan perhatian yang lebih baik lagi. Terutama, untuk penyediaan air minum. Karena secara tupoksi, air bersih sebenarnya ada di bidang Dinas Perairan,” kata Riza.

Dalam mencapai target kedepanya, Riza berharap, bisa berkolaborasi dengan kelompok masyarakat yang menjadi mitra kerja dari Dinas Pengairan. Mulai dari Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) dan Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (Hippam).

“Karena pelayanan di tingkat bawah kita, itu membawa air hingga proses distribusi. Sedangkan di pelayanan, bagaimana membagi ke anggotanya. Kalau air irigasi itu ada Hippa, sedangkan air bersih ada Hippam,” terangnya.

Ditambahkan Riza, Hippa dan Hippam ini merupakan bagian pelayanan masyarakat. Sehingga nantinya, dalam pengadaan air bersih, dibutuhkan masukan dari Hippam.

Apalagi, selain mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) irigasi, DPU Pengairan Banyuwangi, pada tahun ini juga mendapatkan bantuan dana alokasi khusus (DAK) untuk pengadaan air bersih.

“Nantinya ada sekitar tujuh lokasi yang akan dibangun menggunakan DAK irigasi. Sedangkan untuk DAK air bersih, diperuntukkan di satu lokasi. Tepatnya, di wilayah Kecamatan Licin. Harapannya, tahun 2021 sudah bisa selesai,” paparnya.

Pihaknya berharap, agar kedepannya kembali mendapat dukungan dari masyarakat. Karena dalam menjalankan tupoksinya di bidang pelayanan, Dinas Pengairan juga memiliki keterbatasan.

“Dalam artian, semisal ada sampah yang menghalangi jalannya transportasi air, masyarakat diharapkan turut membantu menangani. Karena tenaga kita juga terbatas, apalagi wilayah Banyuwangi sangatlah luas sekali,” pungkasnya. (ras/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *