Connect with us

SEKITAR KITA

Dispar Jember Berharap Pelaku Pariwisata Buat Terobosan Baru

Diterbitkan

||

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Jember, Arif Cahyono.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Jember, Arif Cahyono.

Selain Harus Kreatif dan Inovatif

Memontum Jember – Selama masih Covid 19, pelaku pariwisata atau pengelola destinasi wisata di Kabupaten Jember, diharapkan bisa lebih kreatif dan inovatif, dalam menggeliatkan sektor tersebut.

Masalahnya, masa pandemi ini tidak dapat diprediksi, kapan bakal rampung atau tuntasnya. Sehingga, perlu terobosan baru yang harus dan perlu dilakukan pelaku usaha.

Demikian yang diharapkan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Jember, Arif Cahyono. Hal itu disampaikan, seiring tidak adanya kewenangan dinas, dalam mengatur atau melarang pelaku usaha, untuk menghentikan atau meneruskan sejumlah tempat wisata, untuk membuka atau tutup selama pandemi. Sebaliknya, hanya bersifat pembinaan dengan tetap mewanti-wanti penerapan protokol kesehatan secara bagus.

“Dinas Pariwisata tidak memiliki kewenangan melakukan pelarangan. Apalagi, sampai meminta pelaku wisata. Justru yang bisa dilakukan kini, adalah menghimbau agar mereka membuat terobosan-terobosan baru,” katanya.

Domain yang lebih maksimal, tambahnya, mendata dan melakukan pembinaan. Sekaligus, membantu promosi tempat-tempat wisata yang ada di Kabupaten Jember.

“Dinas Pariwisata sifatnya lebih kepada promosi atau mengenalkan tempat wisata kepada pengunjung atau masyarakat secara luas. Itupun, setelah kami mendapat tembusan surat ijin dari Dinas PTSP,” paparnya.

Diterangkan, sejumlah tempat wisata di Kabupaten Jember, sesuai data di Dinas Pariwisata yang memiliki Obyek Daya Tarik Wisata (OTDW) berjumlah sekitar 80. Sedangkan untuk hotel, berjumlah sekitar 55 dengan kapasitas kamar berjumlah sekitar 2000.

Sementara itu, selama masa pandemi Covid 19, pengelola pariwisata di Kecamatan Ambulu, Suto Wijaya (50), mengakui bahwa kondisi pariwisata tengah lesu. Seperti kunjungan wisatawan ke Teluk Love, pun terdampak dan sepi.

“Kondisi seperti sekarang, semua harus paham. Kita pun, harus melakukan inovasi dengan menawarkan menu-menu yang lebih variatif kepada pengunjung. Disamping, memberikan pemahaman kepada mitra kerja hingga karyawan,” katanya seraya sambil ikut sosialisasi kepada pengunjung dan menyediakan standart protokol kesehatan. (bud/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *