Connect with us

SEKITAR KITA

Wartawan Tangguh di Tengah Pandemi, Harus Komitmen Prokes

Diterbitkan

||

dr Husnul Muarif, Ariful Huda dan Yunanto usai acara disukusi publik wartawan tangguh di tengah pandemi Covid-19. (gie)
dr Husnul Muarif, Ariful Huda dan Yunanto usai acara disukusi publik wartawan tangguh di tengah pandemi Covid-19. (gie)

Memontum Kota Malang – Di masa pandemi Covid-19, jurnalis harus benar-benar menerapkan Protokol kesehatan (Prokes). Paling tidak melaksanakan 4 M, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Sebab jurnalis dalam pekerjaanya di lapangan sering bertemu dengan banyak orang. Hal itu menjadikan wartawan rawan terpapar Covid jika benar-benar tidak menjaga Prokes.

Apalagi saat melakukan peliputan ada yang hal yang kadang terabaikan yakni menghindari kerumunan. Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Malang dr Husnul Muarif MM dalam diskusi publik wartawan tangguh di tengah pandemi Covid-19, kembali mengingatkan jurnalis agar menghindari kerumunan saat melakukan peliputan.

“Disini saya rasa wartawan sudah mengengerti dengan protokol kesehatan. Namun mengerti saja tidak cukup, harus dengan komitmen melaksanakannya. Saat ada peliputan, terkadang terlihat mencari moment yang tepat hingg saling mepet kurang physical distancing. Saya berharap hal itu juga diperhatikan,” ujar mantan Jubir Satgas Covid-19 Kota Malang, ini.

Dalam bekerja jurnalis harus melaksanakan tugasnya dengan nyaman, sehat dan aman. “Wartawan dalam bekerja harus nyaman, sehat dan aman. Aman saat kerja, aman saat pulang kerja. Bagaimana kita kita kerja selamat dan sehat. Itu yang harus dikedepankan. Sebab sampai saat ini belum ada yang berani menyatakan kapan pandemi akan berakhir,” ujar dr Husnul.

Pihaknya juga berpesan pentingnya pemakaian masker sebab tempat favorit virus berada di pangkal hidung dan tenggorokan.

“Dua tempat inilah yang menjadi sasaran Covid-19 sehingga harus ada beberapa perhatian. Jangan sentuh mulut dan hidung manakala belum mencuci tangan. Karena kita tidak akan akan tahu benda yang telah kita pegang sebelumnya, apakah sudah terkontaminasi atau tidak. Istikomah gunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak,” ujar dr Husnul.

Menurutnya droplet menjadi media penularan yang berbahaya. “Phisical distancing menjaga agar droplet tidak sampai ke kita. Saat bersin dan batuk harus memiliki etika, harus menunduk jangan dihadapkan ke orang. Wartawan juga harus rajin berolah raga menjaga kebugaran,” ujar dr Husnul.

Dalam diskusi publik yang diadakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya di Hotel Ibis Kota Malang, Minggu (29/11/2020) pagi, juga menghadirkan wartawan senior, Yunanto. Pihaknya menjelaskan bahwa wartawan tangguh dalam kontek jurnalis adalah yang memiliki tulisan berbobot dan ada ruhnya.

“Harus bisa memaknai fakta peristiwa dan pendapat. Dalam penukisan digabunglah fakta peristiwa dan pendapat. Mencari narasjmber yang kredibilitas. Produk karya jurnalistiknya ada atau tidak manfaatnya. Wartawan wajib berpengetahuan. Memiliki modal memanusiakan manusia,” ujar Yunanto.

Ketua PWI Malang Raya Ariful Huda mengatakan kegiatan ini bagian dari upaya untuk memberikan pengetahuan tentang kesehatan bagi wartawan. Pasalnya, wartawan adalah profesi paling rentan dengan Covid-19.

“Dengan mengikuti kegiatan ini diharapkan imun para wartawan bisa mengantisipasi sejak dini. Termasuk mendapatkan tips sehat, pilihan olahraga yang tepat dan trik menjalankan tugas jurnalistiknya,” kata Arif. (gie)