Connect with us

KREATIF MASYARAKAT

Tetap Berpikiran Positif, Kiat Pengusaha Mebel Bertahan di Tengah Pandemi

Diterbitkan

||

Rully Novianto saat ditemui ditempat kerjanya. (gie)
Rully Novianto saat ditemui ditempat kerjanya. (gie)

Memontum Kota Malang – Pandemi Covid-19 sangat terasa imbasnya bagi dunia usaha. Bahkan tak jarang yang harus gulung tikar karena sepinya pemasukan. Namun banyak juga yang terus bangkit, pantang menyerah meskipun pandemi ini belum diketahui kapan berakhirnya.

Salah satu sosok pantang menyerah adalah Rully Novianto, pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang menekuni bisnis mebel. Mantan fotografer salah satu perusahaan media massa di Kota Malang ini tetap semangat dalam menghadapi pandemi.

Bermodalkan pemikiran yang positif, pengelolaan keuangan dan fokus pada pekerjaanya, dia mampu melewati hari-harinya di masa pandemi. Bahkan kini sudah memiliki lima pekerja yang dua diantaranya penyandang difabel.

“Pertama kita harus positive thinking. Bisa jadi pandemi ini adalah ujian kita untuk naik kelas menjadi yang lebih baik lagi. Mungkin tidak bisa diterima secara logis, namun kita harus tetap berpikir positif, kreatif dan bisa membaca peluang. Tetap banyak yang menjadi subjek pasar kita, tetap membutuhkan jasa kita,” ujar Rully.

Selama pandemi ini Rully terus membaca peluang yang ada. “Saya contohkan instansi sekolah, di masa pandemi ini tetap memhutuhkan jasa kita. Saya contohkan lagi, misalkan perumahan, orang pesan rumah sebelum pandemi lalu ditempati rumah di masa pandemi, mereka tetap butuh mebel. Ada juga mahasiswa yang punya usaha sampingan kafe, juga tetap memnutuhkan jasa kita. Jadi tergantung kita bagaimana mencermatinya saja. Karena saya usaha mebel, bagaimana kita fokus satu titik untuk memasarkan produk mebel,” ujar Rully.

Tak kalah penting, Rully hingga saat ini terus menjaga silaturahmi, hubungan baik dengan teman-temannya. “Tetap menjaga hubungan baik. Jaga silaturahmi. Tetap ikhtiar dan jangan mengeluh dengan keadaan. Kalau ada yang hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah, saya rasa kurang baik. Bukan berarti saya sudah lancar produksi, lancar keuangan, belum tentu. Tapi kami tetap berkomitmen dalam pengelolaan keuangan. Tetap istiqomah, pasti ada jalan. Percaya pada yang kuasa pasti ada jalan,” ujar Rully.

Dengan rasa semangat itulah Rully dapat terus bertahan dalam usaha mebelnya. “Sebagai pelaku UMKM, kita lebih safe karena putaran kita bisa diukur. Berbeda dengan usaha makro yang putaran produksinya besar, kebutuhan bahan baku dan operasional juga besar. Selama ini sebagai pelaku UMKM, kami gunakan administrasi keuangan menejemen yang baik, bukan manajemen keluarga sehingga uang produksi aman. Sebab ketertiban kita menata sirkulasi keuangan menjadi pondasi,” ujar Rully.

Kendala selama pandemi, juga dirasakan oleh Rully, namun bisa teratasi dengan baik. “Kendala hanya keterlambatan pembayaran dari klien, namun hal itu bisa teratasi dengan baik. Sekarang hanya tinggal meningkatkan kecepatan produksi. Karena beberapa instansi yang memesan juga dikejar deadline. Kita kejar target pengiriman membangun kepercayaan klien,” tambah Rully.

Saat ini pengerjaan paling dominan adalah custom kafe, kitchen set perumahan dan handicraft. “Kalau handycraft sering dapat order dari wedding seperti pembuatan asesoris cendramata. Tempat kami juga rutin digunakan untuk pembelajaran dari mahasiswa keguruan,” ujar Rully

Saat ditemui di rumah sekaligus tempat usahanya di Perum Oma Campus, Desa Landungsari, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Selasa (29/11/2020) siang, Rully tampak sedang bekerja dengan dua karyawan difabel nya dan satu mahasiswa magang.

“Disini tetap melakukan protokol kesehatan. Sejak pandemi Covid-19, kami terus melaksanakan protokol kesehatan,” ujarnya lagi. (gie)