Connect with us

Hukum & Kriminal

Berawal Keringkan Pasir di Penggorengan, Dapur Ikutan Hangus Terbakar

Diterbitkan

||

Saat pertolongan pertama, warga melakukan pemadaman dengan air seadanya. (ist)
Saat pertolongan pertama, warga melakukan pemadaman dengan air seadanya. (ist)

Memontum, Kota Malang – Dapur rumah milik Endang Susanti (69) pensiunan PNS, warga Jl Kertorahayu, RT 01/RW 04, Kelurahan Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Selasa (1/12/2020) pukul 06.45 WIB, terbakar.

Diduga kebakaran itu berasal dari api kompor hingga membakar seisi dapur seluas 5×6 m2. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun diperkirakan kerugian mencapai Rp 20 juta.

Informasi Memontum.com bahwa sebelum kejadian korban mengoreng (mengeringkan) pasir kucing dengan menggunakan kompor. Setelah pasir kering, kemudian diberi wewangian dalam kondisi api mati.

Setelah mematikan kompor, korban pegi. Namun tak lama kemudian, terlihat api telah membakar kompor dan merembet ke barang-barang lainnya. Terang saja korban ketakutan hingga meminta tolong para tetangganya.

PMK Kota Malang saat tiba di lokasi.

PMK Kota Malang saat tiba di lokasi.

Kejadian itu mengundang perhatian warga sekitar hingga berdatangan ke lokasi melakukan pemadaman dengan air seadanya. Sementara itu para penghuni kos sudah berlarian keluar kamar.

Warga terus berupaya melakukan pemadaman, namun api sudah menyambar hingga bagian atap dapur. Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke PMK Kota Malang dan Polsek Lowokwaru.

Sebanyak 3 unit mobil Damkar dengan 29 personel mendatangi lokasi. Sekitar 20 menit, api akhirnya bisa dipadamkan secara total.

Petugas Polsekta Lowokwaru mendatangi lokasi kejadian makukan penyelidikan dan meminta keterangan sejumlah saksi. Untuk dugaan awal, diduga kebakaran itu akibat api membakar sisa parfum yang diseprotkan ke pasir.

“Kami masih melakukan penyelidikan. Namun sebelum kejadian korban melakukan pengorengan pasir,” ujar Ipda Zainul Arifin, Panit Reskrim Polsek Lowokwaru. (gie)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *