Connect with us

KREATIF MASYARAKAT

Bisnis Madu Lumajang di Masa Pandemi

Diterbitkan

||

Bisnis Madu Lumajang

Berawal dari konsumsi pribadi, kini dipasarkan via online

Memontum Lumajang – Masa pandemi Covid-19, ternyata membawa berkah tersendiri bagi sebagian warga, utamanya yang memiliki usaha. Tidak terkecuali, peluang usaha yang dimiliki oleh Ustadz Zainudin warga Desa Seruni, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang Jawa Timur.

Selama masa pandemi, Zainudin yang merupakan guru yang mengajar di MA Miftahul Ulum Jenggrong, Kecamatan Ranuyoso dan Ketua PAC GP Ansor, Kecamatan Klakah, ini justru mampu memanfaatkan peluang melalui usaha bisnis madunya.

“Madu dianggap sangat baik untuk menjaga imun kesehatan tubuh, karena banyak mengandung vitamin dan menambah kekebalan tubuh. Saya pikir, ini pasti berkah saya disaat pandemi seperti sekarang ini. Dan Alhamdulillah, setelah saya jalani, madu dagangan saya laris manis,” ungkapnya pada memontum.com, Kamis (10/12) siang.

Zainudin mengaku, madu miliknya ada dua jenis yang dipasarkan kepada konsumen atau masyarakat. Yakni, Madu Klanceng dan Madu Tawon.

Menurut penuturannya, sejak mewabah Covid-19, omset penjualan madunya meningkat hingga 80 persen dibanding sebelum ada pandemik. Karena, salah satu sistem penjualannya dilakukan secara online di media sosial dan dipasarkan secara konvensional.

“Madu yang kita jual merupakan madu lebah, yang diambil dari petani lebah di wilayah Klakah. Madu tersebut, saya kemas dalam beberapa kemasan disesuaikan dengan harga jual,” tuturnya.

Zainudin menambahkan, omset penjualan perminggu bisa mencapai 50 liter. Bahkan, bisa mencapai di angka 10 liter per Minggu.

“Jika sedang banyak pesanan, 50 liter madu bisa habis selama seminggu,” tambahnya seraya menjelaskan, agar produk madu produksinya mudah dikenali di masyarakat, diberi nama ‘Madu Sholawat’.

Masih menurut Zainudin, untuk madu Klanceng, dirinya selain membeli dari petani lebah, juga beternak sendiri.
Diceritakannya, awal produksi madu miliknya, sebenarnya untuk dikonsumsi sendiri. Namun, karena masa pandemi dan perkembangan informasi bahwa madu bagus untuk imun tubuh, akhirnya dikembangkan juga untuk dipasarkan.

“Jadi, sebenarnya kalau bicara awal mula, itu karena awalnya untuk konsumsi sendiri atau keluarga,” ungkapnya.

Berawal dari perkembangan informasi, ujarnya, Zainudin pun mencoba menawarkan kepada saudara dan teman-temannya. Untuk Madu Klanceng, dijual per 1 liter atau 1000 ml seharga Rp 250 ribu. Setengah liter atau 500 ml Rp 130 ribu. Seperempat liter atau 250 ml Rp 70 ribu.

Sedangkan untuk Madu Tawon, per 1 Liter atau 1000 ml dijual Rp 250 ribu. Setengah liter atau 500 ml Rp 130 ribu. Sementara seperempat liter atau 250 ml, seharga Rp 70 ribu.

“Dari situ, ternyata banyak yang memesan. Nah dari situlah, saya kemudian menjadi pemasok madu dari tetangga dan teman di sekitar Klakah, untuk kemudian saya pasarkan. Jika ada yang berminat, bisa mengubungi nomor 0823-3536-1613,” pungkasnya. (adi/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *