Connect with us

Politik

Malang Jejeg Berkomitmen Lanjutkan Pengabdian Kepada Masyarakat

Diterbitkan

||

Paska pelaksanaan Pilkada Malang usai

Memontum Malang – Usai gelaran Pilkada serentak tahun 2020, Tim Malang Jejeg yang merupakan Tim Pemenangan Paslon (pasangan calon) jalur Independen tidak mau berlama-lama menunggu hasil Pilkada Kabupaten Malang. Sebaliknya, Paslon langsung melakukan komunikasi dengan mengumpulkan seluruh tim serta para relawannya, di Dusun Slatri, Desa Pait Kecamatan Kasembon, pada Minggu (13/12).

Mereka mengadakan acara yang bisa di implentasikan sebagai Gerakan Moral Malang Jejeg. Acara yang digelar di God Management School milik Heri Cahyono calon Bupati Malang yang berpasangan dengan Gunadi Handoko, lewat jalur independen ini, meneguhkan sikapnya untuk tetap berjuang bersama tim kerja maupun para relawan guna mengabdi kepada masyarakat Malang.

Acara yang bertajuk silaturahmi tim kerja dan relawan Malang Jejeg se-Kabupaten Malang, dihadiri setidaknya 500 orang tim dan relawan, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Pada acara itu, Heri Cahyono memberikan siraman semangat kepada yang hadir sekaligus mengabarkan kepada masyarakat Malang Raya, bahwa gerakan moral ini tidak akan berhenti sampai di sini.

Namun, agar terwujudnya visi Malang yang Jejeg. Dan semoga, semakin besar meskipun bergerak di luar jalur pemerintahan dengan tetap melaksanakan program Jejeg Songo, yang memang bisa dilaksanakan di luar jalur pemerintahan. Dengan kata lain gerakan moral Malang Jejeg akan lebih memfokuskan diri ke berbagai bidang diantaranya pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas SDM dengan mendirikan Bank man Power, pemberdayaan UMKM, pemberdayaan pertanian, bantuan hukum, menjadi jembatan kreatifitas dengan mendirikan Bank Ide serta edukasi masyarakat berbagai bidang.

Gerakan ini sekaligus akan menjadi counter partner bagi Pemerintah. Gerakan moral ini juga siap bekerjasama dengan pemerintah dengan memberikan program Jejeg Songo dan pendampingan pelaksanaan secara gratis jika memang dibutuhkan.

“Kita terus berjuang untuk menegakkan moral, karena di Kabupaten Malang ini terjadi krisis moral,” jelas Sam HC-sapaan akrab Heri Cahyono.
Dirinya menegaskan, bahwa selama masih ada krisis moral pihaknya akan terus berjuang menegakkan moral demi terwujudnya Malang Jejeg. “Bagi pendukung Malang Jejeg yang tersandung hukum akan kami back up secara gratis,” tegasnya.

Sam HC menambahkan, bahwa meskipun tidak terpilih menjadi bupati, pihaknya akan terus berjuang dan menjadi koreksi bagi Pemerintahan Kabupaten Malang kedepannya. Dirinya sangat bersyukur, serangkaian pelaksanaan Pilkada bisa berjalan damai, meskipun berdasarkan pengamatannya, banyak sekali kecurangan yang terjadi. Dan seharusnya, Panitia Pengawas (Panwas) Pilkada Kabupaten Malang bertindak tegas.

“Money politik terjadi di depan mata, hal itu sampai dilakukan oleh Camat hingga perangkat paling bawah dan sangat gampang ditemukan,” tegasnya.
Dirinya bahkan mengatakan, jika money politik yang dilakukan salah satu paslon itu ditindak, harusnya sudah didiskualifikasi. Dengan begitu ia merasa tidak kalah pada Pilkada Kabupaten Malang lalu. Pasalnya, pihaknya tidak melakukan kecurangan sedikitpun dalam proses pilkada itu.

Secara tegas ia mengatakan bahwa pihaknya tidak mengulang budaya lama yang mewajarkan money politik dalam pilkada. “Hanya keledai yang masuk dalam lubang yang sama,” bebernya.

Dirinya merasa harga diri masyarakat selama ini dihabisi oleh politisi dengan menghalalkan segala cara untuk merebut kekuasaan. “Sebenarnya kemenangan sejati itu diraih oleh Malang Jejeg,” tandasnya.

Sementara itu Pembina Malang Jejeg, Anto Baret, mengatakan bahwa mencalonkan diri dari jalur independen ini memang tidak ada wadahnya di parlemen. Namun harus ada yang memulai karena untuk mewujudkan hal tersebut tidak bisa instan.

Maka, pria yang sering disapa Sam Ot itu mengatakan bahwa pergerakan Malang Jejeg akan terus dilanjutkan. “Dengan silaturahmi ini akan menimbulkan inspirasi,” jelasnya.
Dirinya melanjutkan, bahwa dengan inspirasi itu akan menggerakkan seseorang untuk melang- lang buana. “Pergerakan itu akan membentuk jiwa-jiwa merdeka,” tandasnya. (bir/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *