Connect with us

Pemerintahan

Momen Harjaba Diharapkan Sebagai Momen Bersatu Membangun Banyuwangi

Diterbitkan

||

Dalam momen itu, Bupati Anas ucapkan terima kasih dan meminta maaf

Memontum Banyuwangi – Kabupaten Banyuwangi merayakan Hari Jadi ke-249 tahun, yang jatuh tepat pada hari ini, Jumat (18/12).

Peringatan Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) yang dihadiri jajaran Forkopimda, tokoh agama, dan tokoh masyarakat ini menjadi momen beharga untuk menguatkan tekad bersama membangun daerah yang lebih maju dan sejahtera.

Dalam peringatan Harjaba tersebut, hadir sejumlah undangan, seperti Rois Syuriah PCNU, KH. Zainullah Marwan, KH Suyuti Toha, KH. Ahmad Khotib Habibulloh, KH Wahyudi.

Turut hadir pula, Kiai Mustari, Ustad Muhdhor Atim, Kiai Kholik, Kiai Burhan, Kiai Nurhadi, Kiai Iskandar Zulkarnain, KH Muhammad Nur Khotib, Gus Faizin, Habib Toha Singojuruh.

Termasuk, hadir Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Syarifuddin Sulaiman, Danlanal, Letkol Laut (P) Joko Setiyono, Ketua MUI Banyuwangi, KH Moh Yamin, Ketua Bamag, Pendeta Anang Sugeng, Ketua PHDI, Suminto dan Walubi, Eka Wahyu.

Dari tokoh masyarakat, diantaranya Ketua Muhammdiyah, Mukhlis Lahuddin, Ketua LDII, Astro Junaidi, Ketua Al Irsyad dan Ketua Robiatul Alawiyah.

Bupati Banyuwangi, dalam kesempatan itu mengatakan, peringatan Harjaba kali ini berlangsung dalam suasana yang berbeda karena masih dalam masa pandemi.

“Pandemi Covid 19 telah membuat banyak hal dalam proses pembangunan daerah mengalami perubahan dan pergeseran. Banyak masalah yang muncul baik ekonomi dan sosial yang ikut mengiringinya,” kata Bupati Anas.

Untuk itu di momen Harjaba, tambah Bupati Anas, dirinya mengajak segenap elemen di daerah untuk kembali membulatkan tekad.

Yakni, terus mempererat persatuan dan keguyuban untuk bersama-sama membangun daerah dan mencari solusi atas segala permasalahan.

“Di masa sulit ini kita harus makin solid dan kompak untuk mencari cara-cara kreatif dan inovatif sebagi solusi mengatasi dampak pandemi. Momen Pilkada telah usai, sudah tidak ada lagi perbedaan, kedepan kita harus bersatu agar bisa bekerja keras memberikan yang terbaik bagi Banyuwangi,” tutur Anas.

Pada momen tersebut, Anas juga menyampaikan terima kasih atas dukungan segenap warga selama 10 tahun terakhir, dalam proses pembangunan di daerah.

“Selama 10 tahun ini, ada banyak cerita manis, capaian dan prestasi, juga ada kegagalan yang dialami. Semuanya adalah proses untuk menjadikan Banyuwangi hingga menjadi seperti sekarang,” ungkapnya.

Tidak lupa, dalam kesempatan itu, Bupati Anas juga menyampaikan permohonan maaf, atas segala kesalahan dan kekurangan selama menjabat maupun secara pribadi.

“Masih banyak cita-cita dan harapan warga yang mungkin masih belum bisa diwujudkan selama periode kepemimpinan saya. Juga untuk semua kesalahan pribadi saya, saya mohon agar dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya,” tutur Anas.

Peringatan Harjaba tersebut, ditutup dengan doa yang dibacakan secara bergantian oleh para kiai dan ulama Banyuwangi dengan penuh khidmat.

Sementara untuk peringatannya, digelar mulai acara Semaan dan khotmil Qur’an, yang diikuti peserta di setiap kantor instansi daerah. Mulai level kabupaten, kecamatan hingga desa dan kelurahan.

Upacara Peringatan Harjaba juga dilakukan secara virtual dari pendopo kabupaten yang diikuti unsur OPD di kantor masing-masing hingga kantor kecamatan. (kom/bwi/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *