Connect with us

SEKITAR KITA

Terjaring Operasi Yustisi Malam, Dua Warga di Swab Antigen Hasilnya Positif

Diterbitkan

||

Langsung tindakan medis, selain tindakan administrasi kepada pelanggar

Memontum Probolinggo – Pasien positif Covid-19 di Kota Probolinggo, kian hari terus melonjak. Tim satgas Covid-19 yang terdiri dari Dinas Kesehatan, Kodim 0820/Probolinggo dan Polres Probolinggo Kota, kian itensif menggelar operasi yustisi di daerah Kelurahan Kanigaran, Kota Probolinggo, tepatnya di Bundaran Gladak Serang (Gladser).

Dalam operasi yustisi tersebut, masyarakat yang dinilai abai protokol kesehatan (Prokes) dan terjaring, langsung dilakukan Swab ditempat.

Hasilnya, ada sekitar 47 orang tidak patuh Prokes. Seketika itu, langsung didata hingga KTP disita untuk dilakukan denda kemudian di tes Swab.

Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin, yang hadir dan menyaksikan dalam kegiatan tersebut mengatakan, masyarakat yang terjaring langsung disl Swab antingen. Hanya butuh waktu 15 menit, hasil tes sudah bisa diketahui hasilnya.

“Dari hasil operasi yustisi ini, dua orang positif dan langsung dilakukan tindakan lanjutan sesuai SOP,” terang Habib Hadi. Sabtu (19/12) malam.

Satgas Covid-19 Kota Probolinggo, lanjut Habib Hadi, akan terus gencar meningkatkan operasi yustisi di pusat-pusat keramaian. Ini sebagai bentuk peduli Pemkot tentang kesehatan masyarakat, dalam rangka memutus penyebaran Covid-19.

“Sebelumnya, Satgas Covid-19 sudah melakukan sosialisasi dan melaksanakan operasi yustisi. Namun, masih saja banyak masyarakat yang abai protokol kesehatan,” imbuhnya.

Tim Satgas Covid-19, Agus Efendi, menegaskan bahwa Pemkot memperbolehkan masyarakat untuk beraktivitas, asal selalu disiplin menjalankan 3M seperti mencuci tangan, memakai masker hingga menghindari kerumunan.

“Kasus Covid-19 di kota ini terus meningkat. Ayo bersama-sama melawan corona dengan selalu disiplin 3M,” tegasnya.

Ditambahkan, warga rata-rata sudah membawa masker, tapi tidak dipakai. Ada yang dipasang di dagu dan ada yang disimpan di saku.

“Setelah didata, mereka diberi masker oleh petugas. Kemudian, digiring untuk melakukan swab antigen di kantor Dispendukcapil Kota Probolinggo,” jelas Agus Efendi.

Sebelum tes swab antigen, mereka diminta mencuci tangan terlebih dahulu. Baru kemudian, diarahkan pada dua petugas medis yang menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap untuk Swab dengan diambil cairan hidungnya. (geo/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *