Connect with us

KREATIF MASYARAKAT

Pengunjung Matos Capai 15 Ribu Perhari Selama Nataru

Diterbitkan

||

Memontum Kota Malang – Libur Nataru (Natal dan Tahun Baru) tampaknya tidak membuat lesu tingkat kunjungan di pusat perbelanjaan di Kota Malang.

Malang Town Square (Matos) semisal, salah satu mall terkenal yang terletak di Jalan Veteran Kota Malang itu, masih cukup menarik animo masyarakat untuk berkunjung. Dalam sehari, rata-rata 10 ribu sampai 15 ribu pengunjung yang datang.

Direktur Matos, Fifi Trisjanti, mengatakan bahwa sebenarnya angka ini menurun karena harus mengikuti aturan dari Pemkot, tentang standarisasi penerapan protokol kesehatan.

“Dulu sebelum pandemi, weekday sekitar 20.000 pengunjung. Kalau weekend, bisa mencapai 30.000 pengunjung. Tetapi, sekarang sebenarnya turun 50 persen. Turunnya pengunjung, salah satunya karena memang kami batasi jumlah pengunjung, karena harus patuh terhadap aturan,” terang Fifi.

Selama libur Nataru, pun jumlahnya tetap bisa dikatakan stabil di angka 10.000 saat weekday dan 15.000 saat weekend.

“Kami memang perketat kunjungan. Di pintu masuk, itu selain pengecekan suhu dan diberi handsanitizer, ada juga monitor untuk menunjukkan berapa jumlah pengunjung. Jadi, kami bisa tahu pada jam itu berapa banyak pengunjung yang ada di dalam Matos, karena ada sensornya,” ujarnya.

Melalui pemantauannya, akhir-akhir ini pun lebih banyak muda-mudi yang mendominasi kunjungan di Matos.

“Ya mungkin kalau orang tua, sudah berumur masih was-was pergi ke mall. Tapi kita maklumi, karena kesehatan memang salah satu hal terpenting yang harus dijaga,” katanya.

Selain itu, Fifi menegaskan, libur Nataru ini Matos juga tidak akan menggelar event besar seperti tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, dia tidak ingin ada lonjakan pengunjung.

“Tenant-tenant di Matos juga sempat berkurang selama pandemi, kira-kira sekitar belasan, tapi sampai saat ini (libur Nataru) sudah terisi lagi. Jadi bisa dikatakan tenant yang keluar dan masuk cukup stabil jumlahnya,” tambahnya.

Menurutnya, saat ini para pedagang yang memiliki tenant di Matos, sudah cukup inovatif dalam menjual dagangan. Mereka mampu menyesuaikan kebutuhan dan trend apa yang dijajakan dengan situasi pandemi saat ini. (cw1/sit)