Connect with us

KREATIF MASYARAKAT

Bawa Dawai Cempluk, Duo Etnicholic Sukses Go Internasional

Diterbitkan

||

Duo Etnicholic, Redy Eko Prasetyo bersama Anggar Syafiah Gusti.

Memontum Kota Malang  – Malang Peduli Demokrasi mengapresiasi prestasi salah satu seniman musik Malang, Redy Eko Prasetyo, yang telah memenangkan Sopravista International Festivals.

Acara yang turut dihadiri oleh Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Ahmad Wanedi, itu berlangsung di Gedung DKM, Selasa (29/12) sore.

Redy Eko Prasetyo bersama Anggar Syafiah Gusti, menggawangi sebuah group music bernama Duo Etnicholic. Redy-sapaan akrabnya, getol menyemangati para penggiat kampung untuk mengangkat entitas Instrument music.

Kebetulan di kampungnya, Kampung Cempluk ada seorang warga yang dalam satu tahun ini ditemani oleh Redy,untuk membuat sebuah Instrument music berbasis dawai.

“Nama instrument tersebut saya beri nama Dawai Cempluk. Sebuah nama yang juga sama dengan nama kampung yang saya tempati yaitu Kampung Cempluk,” terangnya.

Redy sebagai creator music juga music composer rupanya sangat jeli melihat potensi warga kampung ini. Dirinya mempunyai misi, bagaimana instrument ini menjadi sebuah entitas kampung yang berbasis kreatif.

“Salah satunya, dengan mainkan dawai-dawai Cempluk ini disetiap karya saya. Dawai Cempluk kemudian saya mainkan dalam komposisi Duo Etnicholic,” jelasnya.

Tidak hanya itu, pada November akhir, alat music ini dimainkan pada video iRL Gigs. Kemudian diikutkan dalam sebuah ajang festival internasional yaitu Sopravista International Festivals di Italia. Karya tersebut akhirnya di submit Redy ke panitia di Italia.

“Awal ketika di submit, saya dan Anggar tidak terlalu punya ekspetasi yang terlalu besar untuk masuk nominasi apalagi menang. Karena banyak sekali pesertanya dari beberapa negara-negara di belahan dunia,” ceritanya.

Namun ternyata, tepat pada tanggal 23 Desember 2020, seorang kawan Redy yang juga orang Italia, mengirim pesan WA.

Pesan tersebut berisi capture pengumuman Duo Etnicholic menang dalang ajang tersebut sebagai ‘1 DEFREE LAUREATE NOMINASI MIXED VOCAL DAN INSTRUMENT’.

“Dari perjalanan ini, saya dan Anggar akan mendapat kesempatan untuk datang ke Italia mengikuti ajang tersebut tahun depan 2021. Serta sekaligus mempromosikan instrument musik berbasis kampung yaitu Dawai Cempluk,” tandasnya.

Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Ahmad Wanedi, yang turut hadir dalam acara turut mengapresiasi Duo Etnicholic.

“Kami sebagai bagian dari masyarakat Kota Malang tentu menyampaikan selamat kepada mas Redy dan Anggar yang sudah berprestasi. Tentu tidak hanya sampai situ, kami berharap lewat prestasinya, dia bisa membawa nama Malang bahkan Indonesia,” ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Wanedi itu menambahkan, bahwa yang bisa dibanggakan di Kota Malang, salah satunya adalah budaya.

“Prinsipnya Malang inikan barometer music, dan tadi mas Redy menyampaikan ingin menggali potensi masing-masing kampung. Tentunya dalam ranah seni music yang ingin dipertunjukkan tidak hanya lingkup kota, melainkan Indonesia bahkan dunia,” ujarnya.

Berkaitan dengan support untuk para seniman di Kota Malang, Wanedi mengatakan, pihaknya akan dengan penuh memberi dukungan.

“Keberlangsungan di DKM (Dewan Kesenian Malang) ini bagian dari upaya kami agar ruang-ruang yang difasilitasi bisa digunakan. Kami persilahkan pelaku seni yang lain untuk memanfaatkan. Bahkan berkaitan dengan anggaran juga akan kami perjuangkan untuk dibackup,” tutupnya. (cw1/sit)