Connect with us

SEKITAR KITA

Sambut Pergantian Tahun, Harga Cabai Rawit Melonjak

Diterbitkan

||

Memontum Probolinggo – Memasuki awal tahun 2021, sejumlah komoditi sayuran mengalami kenaikan harga. Salah satunya, yaitu harga cabai rawit yang harganya kian melambung pada sejumlah pasar tradisional di Kota Probolinggo.

“Memang akhir-akhir ini harga cabai rawit mengalami kenaikan. Kenaikan ini, sudah hampir sepekan. Kemungkinan, faktor cuaca hujan, yang mengakibatkan naiknya harga. Karena, tanaman cabai akan mengalami kerusakan di tingkat petani”, ujar salah satu pedagang di PPP Mayangan Kecamatan Mayangan, Illa, Senin (04/01) tadi.

Seorang petani, Paiman, menjelaskan bahwa salah satu penyebab kenaikan harga cabai yaitu faktor iklim dan cuaca yang terjadi di bulan November hingga Desember.

“Saya yang biasanya bisa panen kurang lebih 1 kuintal sekali, kini hanya bisa panen sekitar 40 persennya dari luas lahan 1000 meter persegi,” ujarnya.

Faktor cuaca dan iklim, tambahnya, menyebabkan cabai menjadi berjamur yang tidak bisa dijual kepada pemasok atau langsung kepada konsumen.

“Sekarang harga cabai dari petani sudah tembus sekitar Rp 50.000 hingga Rp 55.000, perkilogram atau kg. Kalau di pasar sekarang, sudah Rp 65.000 hingga Rp70.000,-/kg,” jelasnya.

Paiman menambahkan, permintaan pasokan cabai yang banyak dan jumlah barang yang tersedia hanya sedikit disebabkan oleh curah hujan yang tinggi juga bisa menjadi pemicu utama dalam kenaikan harga cabai rawit kali ini.

Menurutnya, belum ada upaya dari pemerintah untuk menanggulangi masalah tersebut. Petani pun berharap pemerintah bisa memberikan solusi untuk permasalahan jamur pada tanaman cabai,” ujarnya. (geo/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *