Connect with us

Pemerintahan

Tingkat Kemiskinan Kota Malang 2020 Tertinggi Selama 5 Tahun Terakhir

Diterbitkan

||

Memontum Kota Malang – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mengumumkan bahwa tingkat kemiskinan di Kota Malang tahun 2020, mengalami kenaikan. Dalam rilis yang diadakan secara virtual pada Senin (4/1) tadi, BPS memperkirakan kalau kenaikan tersebut salah satunya disebabkan akibat Covid-19.

“Efek pandemi sangat berpengaruh terhadap meningkatnya tingkat kemiskinan di Kota Malang. Sejak 5 tahun terakhir, tingkat kemiskinan tertinggi ada di tahun 2020 sebesar 4.44 persen atau sebanyak 38.770 jiwa,” ungkap Kepala BPS Kota Malang, Sunaryo

Di tahun 2016, terangnya, tingkat kemiskinan Kota Malang, sebesar 4.33 persen. Sementara di 2017, sebesar 4.17 persen. Tahun berikutnya atau 2018, sebesar 4.10 persen dan 2019 sebesar 4.07 persen. Kategori penduduk miskin sendiri, adalah yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan.

“Garis kemiskinan yang dimaksud adalah jumlah rupiah minimum yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pokok minimum makanan. Di mana, itu setara dengan 2.100 kilo kalori per kapita per hari dan kebutuhan pokok bukan makanan,” terang Sunaryo seraya menambahkan, bahwa garis kemiskinan (GK) sendiri adalah Rp 554.791 perkapita perbulan.

Disamping itu, menurut Sunaryo, pada tahun 2020, penduduk miskin yang tidak bekerja semakin banyak. “Bertambahnya penduduk miskin yang tidak bekerja, dapat disebabkan karena kehilangan pekerjaan formalnya, seperti terkena PHK. Tahun 2020 sendiri, sebanyak 96.5 persen diantara penduduk miskin yang bekerja, berada pada sektor non pertanian,” paparnya.

Meski mencapai posisi tertinggi sejak 5 tahun terakhir, terang Sunaryo, nyatanya di lingkup Jawa Timur, Kota Malang, memiliki presentase penduduk miskin terendah ke dua.

“Kita ada di peringkat terendah ke dua setelah Kota Batu, untuk presentasi penduduk termiskin. Paling tinggi, presentase ada di Kabupaten Sampang sebesar 22.78 persen,” jelasnya. (cw1/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *