Connect with us

Kota Malang

Mortality Rate Tinggi, Wali Kota Sutiaji Ungkap Lambatnya Verifikasi Data

Diterbitkan

||

Memontum Kota Malang – Tingkat Kematian (Mortality rate) Kota Malang akibat pandemi Covid-19, tergolong tinggi. Bahkan, melebihi presentase nasional. Hal ini, memicu Wali Kota Malang, Sutiaji, adakan rapat koordinasi (rakor) bersama Dinas Kesehatan Kota Malang dan seluruh jajaran di Faskes Kota Malang (fasilitas kesehatan) untuk sinkronisasi data Covid-19. Kegiatan itu, digelar di Gedung Baru lantai 4 Balai Kota, Senin (11/01) tadi.

Disampaikan Sutiaji, rakor tersebut bertujuan untuk mengetahui tiga hal. “Pertama, jadi kita ingin tahu kenapa tingkat kematian tinggi. Ke dua, penambahan jumlah kasus. Yang ketiga, penyesuaian laporan Dinas Kesehatan (Dinkes) dengan terkonfirmasi positif,” ungkapnya.

Menurut Sutiaji, salah satu penyebab utama tingkat kematian tinggi adalah ketika dirawat saturasi sudah di bawah 90. “Memang rata-rata pasien Covid-19, masuk ke RS (Rumah Sakit) posisi saturasi sudah dibawah 90 sampai 80. Jadi, langsung membutuhkan ventilator. Ini sudah susah terdeteksi, jadi ini adalah PR kita semua,” tambahnya.

Berkaitan dengan tingkat positif rate, dirinya mengatakan banyak yang belum terverifikasi. “Data yang ada di kami itu kan tingkat positif rate 320 sekian, namun yang belum terverifikasi ada 219. Ternyata dari Puskesmas tidak memberi data seluruhnya, ketika sudah selesai semua baru data diberikan ke kami,” jelasnya.

Oleh karena lambatnya pelaporan data, Sutiaji menegaskan kepada Puskesmas di Kota Malang untuk segera memberikan laporan. Sehingga Pemerintah bisa mengerti dan mengetahui bahwa tingkat kesembuhan juga semakin tinggi.

“Malah kemarin ada yang sudah sembuh satu bulan lalu, padahal verifikasi baru masuk,” tambahnya. (cw1/ed2)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *