Connect with us

Hukum & Kriminal

Ini Capaian Kinerja Kejaksaan Trenggalek di Tahun 2020

Diterbitkan

||

CAPAIAN: Suasana pers release terkait capaian kinerja Kejaksaan Negeri Trenggalek di tahun 2020.

Memontum Trenggalek – Di hadapan awak media, Kejaksaan Negeri Trenggalek sampaikan pencapaian kinerja selama kurun waktu 1 tahun terakhir. Terhitung sejak tahun 2019-2020, Kejari Trenggalek mengungkap ada beberapa kasus menonjol yang berhasil diselesaikan.

Kepala Kejaksaan Negeri Trenggalek, Darfiah mengungkapkan capaian kinerja di tahun 2020. “Adapun capaian tersebut diantaranya Bidang Pidana Khusus (Pidsus) telah melaksanakan penyelidikan sebanyak 3 perkara, penyidikan 3 perkara, penuntutan 3 perkara dan upaya hukum 2 perkara serta ekseskusi 5 perkara,” ungkap Kajari Trenggalek, Senin (11/01/2021) sore.

Selain bidang Pidsus, Kajari Trenggalek juga menerangkan capaian kinerja di bidang Pidana Umum (Pidum). Yaitu untuk Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) sebanyak 200 perkara. Dari total tersebut dibagi menjadi 2 tahap.

“Tahap pertama sebanyak 195 perkara, meliputi 192 sudah P21 dan 3 lainnya masih dalam proses. Sedangkan untuk kedua sebanyak 192 perkara dengan pelimpahan 192 juga yang telah disidang sebanyak 192 perkara, putusan 176 perkara dan yang telah dilakukan eksekusi sebanyak 172 perkara,” imbuhnya.

Untuk bidang intelijen, lanjut Kajari Trenggalek, pihaknya telah melaksanakan Penyuluhan Hukum (Luhkum) dan Penerangan Hukum (Penkum) sebanyak 1 kegiatan.

Juga Program Jaksa Masuk Sekolah sebanyak 28 dan Rapat Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan Dalam Masyarakat (Pakem) sebanyak 1 kegiatan.

Ada juga, full bucket dari bidang intelijen yang akan dilimpahkan ke penyelidikan Pidsus. “Lalu di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun), kami telah melaksanakan MoU sebanyak 17 kegiatan. Dan ada Surat Kuasa Khusus (SKK) sebanyak 42 kegiatan,” kata Kajari.

Dalam hal ini, Kejari Trenggalek juga telah menyetorkan ke Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) senilai Rp 1.640.034.780 kepada negara.

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, trend penanganan perkara naik lebih banyak. “Dibandingkan tahun sebelumnya tentu ada trend kenaikan penanganan perkara, juga nilai uang yang disetorkan ke negara pun lebih banyak,” tegasnya.

Tak hanya itu, Kejari Trenggalek juga telah melakukan lelang sebanyak 1 kali, dimana uang tersebut sudah disetorkan pula ke negara.

Disinggung terkait kasus menonjol di tahun 2020, Kajari Trenggalek mengatakan untuk perkara Pidsus yakni kasus 2 pegawai Pengadilan Negeri (PN) yang terlibat kasus korupsi. Yang mana sejauh ini prosesnya sudah selesai putusan. “Karena putusannya kurang dari 3/4, jadi kami melakukan upaya hukum yaitu banding,” pungkas Kajari. (mil/syn)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *