Connect with us

Pemerintahan

Melalui BUMP, Pemkab Dorong Produktifitas Petani di Trenggalek

Diterbitkan

||

Bupati Trenggalek saat mengikuti Rapat Kerja Nasional Pembangunan Pertanian secara virtual di Gedung Smart Center.

Memontum Trenggalek Pemkab Trenggalek dorong produktifitas petani dengan Badan Usaha Milik Petani (BUMP). Untuk itu, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengikut rapat kerja nasional pembangunan pertanian secara virtual di gedung Smart Center.

Dengan adanya BUMP tersebut, Bupati berharap produktifitas petani di Kabupaten Trenggalek bisa lebih tinggi dan berdaya. Utamanya dalam memenuhi kebutuhan pupuk, mengingat saat ini pupuk bersubsidi jumlahnya sangat terbatas.

Terlebih selama ini Pemkab Trenggalek telah memberikan berbagai pelatihan pembuatan pupuk organik yang aman serta ramah lingkungan.

“Makanya tadi perintah saya adalah, kita sukseskan di tahun ini Badan Usaha Milik Petani dengan petani harus bisa memproduksi pupuk mereka sendiri dengan kualitas yang baik,” ucap Bupati saat dikonfirmasi usai rapat, Selasa (12/01/2021) pagi.

Dengan organik, lanjut Bupati, diharapkan pengolahan lahan pertanian ini lebih berwawasan lingkungan sehingga bisa dilakukan secara berkelanjutan.

“Nanti harapannya lahan-lahannya bisa kita sertifikasi organik sehingga nanti nilai jualnya juga bisa lebih tinggi daripada produk biasa,” terangnya.

Dikatakan suami Novita Hardini ini, sebagaimana amanat Presiden Jokowi dalam video confrence Rakernas pertanian menyatakan bahwa produktifitas petani tahun ini harus meningkat.

“Langkah ini tak lain juga dimaksudkan guna menyeimbangkan keuangan negara dimasa pandemi covid-19,” kata Bupati.

Anggaran sebesar 33 triliun telah digelontorkan setiap tahunnya untuk subsidi pupuk demi mendorong ketersediaan pupuk bagi petani di daerah. Sementara itu, untuk mendukung adanya lumbung pangan atau food estate, Bupati Nur Arifin mengatakan akan melakukan konsolidasi lahan bersama para petani.

Dengan upaya ini pertanian dengan skala besar akan menggunakan mekanisasi pertanian, selanjutnya kelompok petani berkelompok untuk bisa memastikan bahwa pertanian ini nanti bisa dikerjakan lebih efektif dengan menggunakan teknologi.

“Yang paling cocok di Trenggalek ya semua komoditi yang khususnya yang kita masih impor seperti jagung, kedelai, kalau di peternakan nanti sapi, dan sebagainya,” jelasnya.

Hanya saja, disini Presiden mengingatkan semua daerah untuk menurunkan impor. Sehingga produksi dalam negeri harus ditingkatkan. (mil/syn)