Connect with us

KREATIF MASYARAKAT

Melihat Budidaya Kelengkeng Merah di Sela Pandemi Covid-19

Diterbitkan

||

Usaha pembibitan kelengkeng merah di Desa Sepuh Gembol, Kecamatan Wonomerto dilakukan dengan cara sistem stek.

Memontum Probolinggo – Sugiono (23), warga Desa Sepuh Gembol, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, memanfaatkan waktu luangnya selama Covid-19, untuk beralih usaha ke pembibitan kelengkeng merah (Red Ruby).

Berbekal pengetahuannya ketika bekerja di salah satu perusahaan ternama di Kota Probolinggo, kini dirinya sudah mempunyai usaha pembibitan kelengkeng merah di halaman rumah. Bibit tersebut, merupakan pohon impor dari Negeri Gajah Putih alias Thailand.

“Bibit Kelengkeng Merah yang saya pakai, adalah dari impor,” katanya, Selasa (12/01) tadi.

Ditanya mengenai budidaya yang dilakukan, Sugiono mengatakan, yakni dengan cara sistem stek. Baik itu melalui sambung pucuk, sambung sisip hingga sambung mata tunas.

“Setelah proses awal rampung dikerjakan, saya harus menunggu dahulu agar proses steknya sesuai dengan yang diharapkan. Baru sekitar dua bulan kemudian, sudah bisa dipasarkan,” ujarnya.

Mengenai harganya, Sugiono mengaku, disesuaikan dengan kondisi pasar. Karena, beberapa dipasarkan dengan sistem grosir.

“Untuk harganya, bervariasi. Pastinya, antara Rp 30 ribu sampai Rp 35 ribu,” tambahnya.

Dengan harga itu, hasil yang didapatnya, pun terbilang cukup lumayan. Yakni, bisa mencapai jutaan, tatkala kondisi seperti pendemi Covid-19, seperti sekarang.

Ditanya mengenai permodalan budidaya kelengkeng miliknya, Sugiono mengaku, bahwa pihaknya melakukan patungan modal dengan seorang teman desanya, Ferdi. Dari situlah, keseriusan budidaya dilakukan.

“Selain melayani pembeli, mereka yang bermaksud membeli dan budidaya, juga saya ajari prosesnya. Termasuk, untuk bibit-bibit tanaman lain,” ujarnya.

Di lokasi pengembangan milik Sugiono, calon pembeli juga bisa menjumpai bibit tanaman buah lainnya. Mulai dari Barsa, Alpukat dan lainnya. (geo/ed2)