Connect with us

SEKITAR KITA

Sebanyak 65.715 Petani di Situbondo Akan Mendapat Subsidi Pupuk

Diterbitkan

||

Ir Sentot Sugiono, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Situbondo. (her/memontum.com)

Memontum Situbondo – Petani di Kabupaten Situbondo, kembali akan menerima Kartu Tani untuk mengambil pupuk bersubsidi pada kios-kios yang sudah ditunjuk di wilayah kerja penyuluh pertanian di Kabupaten Situbondo.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Situbondo, Ir Sentot Sugiono, saat dikonfirmasi wartawan memontum.com, mengatakan bahwa untuk pendistribusian kartu tani tersebut sudah ada dengan jumlah sekitar 31.000 dan kartu tani tersebut sudah didistribusikan serta dibagikan kepada para petani.

“Saat ini masih berjalan 50 persen pendistribusian kartu tani tersebut langsung dilakukan oleh pihak Bank BNI 46 sebagai lembaga yang ditunjuk untuk pelaksanaan kegiatan tersebut dan ini perlu dilakukan percepatan. Mengingat sebenarnya pemberlakuan kartu tani itu mulai bulan September tahun 2020,” katanya, Selasa (12/01).

Sentot menambahkan, tetapi karena masih belum selesai semuanya, sehingga masih berdasarkan elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e RDKK).

“Nah. Di awal bulan Januari ini sambil menunggu petunjuk pusat, ya. Tentunya tetap dengan percepatan untuk melaksanakan penyaluran kartu tani,” ujarnya.

Lanjut dia, masih ada toleransi untuk melakukan pendistribusian melalui e RDKK tadi dan kartu tani tersebut harus diterima langsung oleh petani yang bersangkutan sebagai pemegang kartu tani sebagaimana yang sudah terdata di e-RDKK tidak boleh diwakilkan. “Kartu tani sebagai jaminan bahwa ketersediaan pupuk sudah ada di kartu tersebut,” imbuhnya.

Menurut Sentot, pihaknya hanya menerima jadwal penyerahan kartu tani tersebut, sekaligus penentuan tempat penyerahannya kepada petani di masing-masing desa dan Kecamatan.

“Dalam pelaksanaan pembagian kartu tersebut, pihak Bank BNI 46 langsung mencatatnya untuk bisa diakses dalam pengambilan pupuk bersubsidi secara elektrik oleh petani melalui mesin edisi pada kios-kios tani yang telah ditentukan,” tukasnya.

Ditegaskan Sentot, namun bagi petani yang belum dapat kartu tersebut, tapi terdaftar secara manual pada e-RDKK, maka dapat mengambil pupuk untuk pertaniannya secara manual dengan mendatangi kios yang sudah ditunjuk atau ditentukan, namun jangan lupa harus membawa KTP.

Lebih lanjut Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Sentot Sugiono menegaskan, sosialisasi kepada petani terkait kartu tani masih tetap dilaksanakan.

“Tidak hanya itu saja, tapi juga mengenai kendala pertanian yang dihadapi petani sehingga ke depan, pertanian di Kabupaten Situbondo makin maju yang pada akhirnya bermuara kepada tingkat kesejahteraanya yang lebih meningkat,” tegasnya.

Sementara itu, petugas Bank BNI 46 Yudi Ardianto menyampaikan, bahwa rekening yang diterima oleh pihak perbankan mulai tahun 2020 kemarin, ada sekitar 38 ribu dari jumlah data e-RDKK sebanyak 65.715, dari Dinas Pertanian baru sekitar 50 persen.

“Dimasa pandemi virus Corona atau Covid-19 jumlah undangan yang hadir sekitar 50 persen, dengan tetap mengikuti prokes,” ujar Yudi Ardianto.
Lebih lanjut Yudi mengatakan, untuk pencetakan kartu tani ini sudah siap sebanyak 38 ribu sudah tercetak tinggal menunggu koordinasi jadwal pendistribusian dari Dinas Pertanian.

“Ada kendala pendataan e-RDKK antara laporan Kabupaten dengan pemerintah pusat adanya by name tidak singkron. Sehingga untuk mencapai target menunggu dari pemerintah pusat, dan berharap untuk tetap saling koordinasi antara dinas pertanian dengan pihak Bank BNI 46,” ujar Yudi Ardianto. (her/ed2)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *