Connect with us

Kota Malang

Vaksinasi Covid-19 Kota Malang Mundur Februari

Diterbitkan

||

Memontum Kota Malang – Vaksinasi simbolis telah dilakukan oleh Pemerintah Pusat, Rabu (13/1) ini. Sesuai rencana, Kamis (14/01) atau besok, akan diteruskan oleh pemerintah provinsi. Baru kemudian Jumat (15/01), pelaksanaan vaksinasi Covid-19, secara simbolis dilakukan pemerintah kabupaten dan kota.

Namun, ternyata vaksinasi simbolis kabupaten dan kota, tidak serentak dilaksanakan atau pada Jumat. Sebagaimana, yang disampaikan Wali Kota Malang, Sutiaji. Bahwa tanggal 15 Januari, Kota Malang belum melakukan vaksinasi simbolis.

“Tadi baru saja saya dapat info, bahwa tidak jadi serentak di tanggal 15 untuk kota dan kabupaten. Yang melaksanakan vaksinasi simbolis besok lusa (Jumat, red), hanya Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik,” katanya.

Lantas, kapan vaksinasi di Kota Malang ? Sutiaji menjelaskan, vaksinasi simbolis di bulan Februari. “Insya Allah kita bulan Februari, itu simbolis 10 orang yang saya tunjuk. Ada dari tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi, profesional, dokter, dan Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah),” jelasnya.

Berkaitan dengan nama-nama yang divaksin simbolis itu, dirinya mengaku, masih belum mengantongi. Itu karena, Pemkot mengedarkan permintaan ke beberapa elemen yang terkait.

“Saya masih ngedarkan permintaan, belum diberi nama-nama siapa saja. Untuk influencer juga masih wacana, kita lihat nanti, kan masih lama,” tambahnya.

Berdasarkan pemaparan Sutiaji, banyaknya jumlah penerima berdasarkan data dari pusat. “Jumlahnya yang update adalah pihak pusat, kita cuma nyetor saja. Nanti yang menyeleksi , sesuai kriteria atau tidak ya dari pusat,” paparnya.

Meski tidak menjadi prioritas penerima vaksin karena sudah pernah terpapar, dirinya menghimbau warga Kota Malang percaya dengan vaksin sinovac ini. “Tidak usah ragu semua sudah melalui tahapan-tahapan. Tidak mungkin negara merugikan rakyat, insyaallah vaksin bisa menjadi jalan keluar terbebas dari covid-19,” paparnya. Dirinya pun turut berpesan kepada masyarakat untuk bijak dalam bersosial media agar tidak termakan berita hoax yang disebar oleh orang yang tidak bertanggung jawab. (cw1/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *