Connect with us

SEKITAR KITA

Pengunjung Museum Rasulullah Membludak, Prokes Diperketat

Diterbitkan

||

Museum Rasulullah Kota Probolinggo menyimpan benda-benda peninggalan Rasulullah, sahabat, hingga masa Khalifah Utsmani.

Memontum Probolinggo – Protokol kesehatan di Museum Rasulullah SAW di Jalan Suroyo, Kota Probolinggo, kini lebih diperketat.

Masalahnya, pengunjung yang mau ke Museum Rasullah, kini terus bertambah. Apalagi, pada saat liburan panjang dan cuti bersama beberapa waktu lalu.

“Pengetatan protokol kesehatan dilakukan sebagai upaya mengantisipasi terjadinya klaster baru Covid-19, di tempat wisata,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudaayaan (Dispendikbud) Kota Probolinggo, M. Maskur, Kamis (14/01) tadi.

Terlebih lagi, lanjut Maskur, museum yang menyimpan artefak atau benda-benda peninggalan Rasulullah, sahabat, hingga masa Khalifah Utsmani itu terus meningkat.

“Tren pengunjung lebih meningkat, kalau hari biasa pengunjung hanya puluhan orang per hari, namun saat libur panjang, seperti beberapa waktu lalu bias mencapai ratusan orang,” terangnya.

Menurutnya, penerapan protokol kesehatan yang ketat itu mewajibkan para pengunjung menerapkan prokes seperti memakai masker, cuci tangan serta menjaga jarak.

EO Museum Rasulullah, Opiex, mengatakan bahwa para petugas sudah mempersiapkan fasilitas Prokes seperti tempat cuci tangan dan pemeriksaan tubuh sebelum masuk area museum.

Perlu diketahui, dalam sepekan ini, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Museum Rasulullah mencapai ratusan orang. Selain dari Probolinggo, pengunjung juga dari luar daerah seperti, Pasuruan, Lumajang, Surabaya, hingga Madura.

Para pengunjung bisa melihat benda-benda peninggalan Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya. Mulai dari rambut, janggut Rasulullah, bekas darah bekam Rasulullah hingga sorban dan sandal yang pernah dipakai beliau. Di museum juga terdapat pedang milik Khalid bin Walid, batu sijjil, karpet raudloh, kiswah dan lainnya.

Salah satu pengunjung, Yanti mengaku, merasa lebih rindu usai melihat barang barang milik Rasulullah. “Insya-Allah, kami akan mengajak teman teman di daerah kami.

“Kami merasa senang dan mengapresiasi keberadaan museum Rasulullah ini. Saya tahu dari medsos facebook dan bagi saya, membeli tiket untuk masuk tidak masalah. Karena, tidak sebanding dengan rasa cintanya kepada Baginda Rasulullah SAW,” ujar yanti. (geo/ed2)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *