Connect with us

SEKITAR KITA

Beda Metode Perhitungan Covid-19, Penularan di Batu Tergolong Masif

Diterbitkan

||

Memontum Kota Batu – Tingkat transmisi Covid-19 di Kota Batu, termasuk tinggi. Bahkan, tingkat penularan di Kota Batu, mencapai angka 2. Padahal, dalam kadar normal, tingkatnya berada di bawah 1.

Tingginya angka penularan Covid-19 di Kota Batu, tidak terlepas dari perbedaan metode perhitungan. Kepala Dinkes Kota Batu, Kartika Trisulandari, mengatakan untuk mengukur reproduksi efektif digunakan beberapa macam perhitungan.

Komponen perhitungan yang digunakan Dinkes Kota Batu, hanya memasukkan data terkonfirmasi positif. Sedangkan Satgas Covid-19 Provinsi Jawa Timur, menggunakan metode bonza.

Metode Bonza ini, tidak hanya menghitung angka terkonfirmasi positif. Namun, juga menginput angka suspek, probable, diisiolasi, dan discarded.

“Itu yang membuat perbedaan perhitungan di Kota Batu. Metodenya berbeda dan komponennya juga berbeda,” terang Kartika sesuai sosialisasi vaksinasi Covid-19 di Graha Pancasila, Jumat (15/01).

Dirinya mengatakan, sekalipun tingkat penularannya di bawah angka 1 atau pun 2, persebaran Covid-19, masih masif. Karenanya, dirinya meminta masyarakat mematuhi 3M dan 3T ditambah pula dengan program vaksinasi sebagai kunci penting. “Jadi, kolaborasinya ya itu,” ujar Kartika.

Wali kota Batu, Dewanti Rumpoko, mengatakan bahwa laju transmisi yang cepat, karena laporan dari rumah sakit seiring banyaknya kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

“Akhirnya, transmisi menjadi tinggi. Karena kasus terkonfirmasi dan tingkat kematian. Itu akumulasi penghitungan. Sehingga, transimisi tinggi. Kita harus berhati-hati,” kata dia

Dirinya menjelaskan, upaya untuk menekan angka penularan Covid-19, melalui pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Pihaknya juga mengimbau, kepada masyarakat untuk taat protokol kesehatan.

“Itu intinya, kalau tidak ada keperluan mending jangan keluar rumah. Kalau merasa kurang fit, lebih baik istirahat di rumah,” terang Dewanti. (cw2/sit)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *