Connect with us

Lumajang

Ada Apa, Pohon Beringin Alun-Alun Lumajang Tumbang

Diterbitkan

||

(Ist)

Memontum Lumajang – Jagat maya Lumajang hari ini dihebohkan dengan berita tumbangnya Pohon Beringin Alun-alun Kabupaten Lumajang, Minggu (17/01) tadi. Pohon Beringin tersebut merupakan salah satu ikon Kabupaten Lumajang. Pohon itu tumbang menjadi tiga bagian.

Bahkan dalam akun Facebooknya Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati juga menyampaikan kesedihannya dan juga meminta maaf kepada masyarakat karena gagal menjaga pohon beringin yang usianya diperkirakan sudah ratusan tahun itu.

Berikut cuitan Bunda Indah:

#HILANG_SUDAH

Beringin alun2 Lumajang sore ini tumbang

Tempat berteduh dan bermain saya ketika masih anak2 sampai remaja

Sekolah saya di SMPN 1 Lumajang yang saat ini jadi perpustakaan umum. Sudah barang tentu saya dan kawan2 hampir setiap hari bermain dan berolahraga di alun2.

Sedih, sudah pasti.

Sore ini banyak pesan masuk di ponsel saya

Berbagai macam komentar, ada yang sedih, ada yg mengingatkan masa lalu, bahkan ada yang meramal kenapa pohon beringin ini tumbang.

Saya dan Cak Thoriqul Haq minta maaf kepada masyarakat Lumajang.

Percaya atau tidak, ketika apel pertama di alun2 setelah kami dilantik, Cak thoriq bilang : eman ya bunda beringin ini sepertinya tidak sehat, harus kita selamatkan. Iyo cak, beringin ini penanda dan ikon alun2 ini. Dan saat ini kami gagal menyelamatkannya.  Salam penuh kenangan.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lumajang Yull Haris, ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon belum memberikan jawaban terkait apa yang menjadi penyebab tumbangnya pohon beringin tersebut.

Perlu diketahui pantauan memontum.com, tepat dibawah pohon beringin tersebut baru-baru ini telah dilaksanakan proyek yang menelan anggaran hampir seratus juta rupiah (Rp 99.400.000). Proyek tersebut Nama Kegiatan Pengembangan Taman Kota, Nama Pekerjaan Pemeliharaan Sarpras Alun-Alun Lumajang dan dikerjakan oleh pelaksana CV Rama Devs. Waktu pelaksanaan 8 Juli 2020 sampai dengan 5 September 2020. (adi/ed2)

Lanjutkan Membaca
Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *